A Different Food

Cast : Cho Kyuhyun, Jin Jaehee (As You)

Genre : (?) (Belum diketahui._.)

Notes : FF ini nggak jelas, pendek, nggak berisi, dan biasa. Sekali lagi, BIASA. Dibuat berdasarkan kecintaan author terhadap my lovely Kyunnie._. Oke segitu aja.

***

Author POV

Ting tong.

Bel pintu apartment Kyuhyun berbunyi. Dengan terburu-buru, Kyuhyun berlari menuju pintu, melempar begitu saja PSP yang sejak tadi dimainkannya.

Tanpa memastikan terlebih dulu siapa yang datang, Kyuhyun langsung membuka pintu.

“Guksujung Restaurant. Pesanan Anda, Tuan.” Seorang gadis dengan topi merah berdiri di depan pintu, menyodorkan sebuah kotak berisi makanan ke hadapan Kyuhyun begitu pintu terbuka.

“Ne, gomapseumnida.” Kyuhyun menerimanya, kemudian memberikan sejumlah uang kepada gadis pengantar itu. Ia sedikit mengerutkan dahinya melihat tingkah aneh gadis itu, yang selalu menunduk hingga separuh wajahnya tertutup topi.

“Ne.” jawab gadis itu singkat. Dan ia pergi begitu saja dengan langkah tergesanya.

Walaupun merasa aneh dengan sifat mencurigakan gadis itu, Kyuhyun tidak ingin memikirkannya. Yang paling penting baginya sekarang ini adalah mengisi perut kosongnya dengan makanan kesukaannya, Jajangmyeon.

***

“Kerja bagus. Latihan hari ini sudah cukup. Sampai jumpa besok.”

“Gomapseumnida..” Leeteuk membungkukkan badannya diikuti member lainnya, mengucapkan terima kasih kepada pelatih mereka.

“Ya Tuhan perutku sudah berkeriuk sejak tadi..” keluh Eunhyuk. Ia menjatuhkan tubuhnya di lantai, sambil terus memegangi perutnya yang belum terisi.

Leeteuk, walaupun terlihat lelah, ia membantu Manager membagikan makanan kepada semua member.

“Menu hari ini lagi-lagi didominasi oleh sayuran. Ini demi kesehatan kita. Makanlah dengan baik.” Leeteuk tersenyum.

Jarum jam sudah menunjuk angka sebelas, dan sejak pukul empat sore, perut mereka sama sekali belum terisi. Karena itu, semua member Super Junior itu memakan jatahnya masing-masing dengan lahap.

Oh, tidak semuanya. Kyuhyun, ia memandang makanannya dengan tidak berselera. Ia hanya menekuk wajahnya, menunjukkan ia benar-benar benci sayuran.

“Ya Kyuhyun-ah! Cepat makan itu semua atau aku yang akan mengambilnya!” Eunhyuk menudingkan sumpitnya pada Kyuhyun, dengan mulut penuh makanan.

“Ambil saja.” kata Kyuhyun begitu saja. Setelah menyodorkan jatah makanannya pada Eunhyuk, Kyuhyun mengambil air minumnya dan meneguknya sampai habis.

“Kuharap kau tidak akan memesan jajangmyeon itu lagi, Kyu. Kau terlalu sering memakan makanan sejenis mie itu.” kata Leeteuk.

Kyuhyun hanya diam, merasa Leeteuk telah membaca pikirannya. Ia memang berniat memesannya lagi.

“Besok tidak ada latihan, bukan? Kalau begitu malam ini aku ingin kembali ke apartment-ku saja. Aku pulang duluan.” putus Kyuhyun, kemudian melenggang pergi dengan santainya.

Perutnya sudah berteriak minta diisi. Dan jujur, ia tak punya makanan apapun di apartment-nya. Karena itu, ia memutuskan untuk kembali memesan jajangmyeon.

~

“Guksujung Restaurant. Pesanan Anda, Tuan.”

Saat membuka pintu, suara familiar itu kembali menyapa telinganya. Ia melihat gadis itu lagi. Dengan topi merah dan kepala yang menunduk dalam, gadis itu mengulurkan kedua tangannya yang membawa pesanan Kyuhyun.

Seperti waktu itu, Kyuhyun hanya menatapnya bingung dan kembali masuk setelah membayar pesanannya.

Dengan antusias Kyuhyun membuka makanannya, setelah mendudukkan dirinya di atas sofa.

“Apa ini?” Alis Kyuhyun berkerut saat melihat makanan yang ada di hadapannya.

Kimchi, nasi, dan daging sapi.

Kyuhyun buru-buru berlari ke pintu apartment-nya, berpikir mungkin gadis tadi kembali lagi karena salah mengantarkan makanan.

Tapi tidak ada siapapun. Kyuhyun ingin menyusul gadis itu, tapi ia lelah dan perutnya benar-benar sudah membuat kebisingan daritadi.

Yaish, siapa peduli. Kalau memang makanan ini pesanan orang lain, aku yang akan membayarnya.

Kemudian Kyuhyun kembali ke tempat duduknya, mulai melahap makanan itu dengan rakus.

~

“Cish, yang benar saja. Dia terus memesan jajangmyeon setelah latihan sehari penuh. Mana bisa aku membiarkannya.” dumal seorang gadis sambil memakai helm-nya dengan terburu-buru.

Ia melajukan motornya, menjauh dari area apartment mewah itu bersama kotak besar di belakangnya yang bertuliskan ‘Guksujung Restaurant‘.

***

“YA JIN JAEHEE!!” Seorang pria paruh baya berteriak marah.

Gadis yang dipanggilnya barusan berlari dengan tergesa ke hadapannya. “Nee?? Aigoo ahjussi menggangguku saja!”

“KENAPA KAU MENGGANTI PESANAN ORANG SEENAK PERUTMU??!!” bentak pria itu, seraya memukul kepala gadis yang ia panggil Jaehee.

“Aish appo! Ahjussi, aku tidak mungkin membiarkannya kekurangan gizi sementara aku bisa melakukan lebih.” Jaehee membela diri.

“Wae? Waee?? Karena dia idolamu? Ya Jin Jaehee, aku bisa memecatmu kalau hal ini terjadi lagi!” bentak pria itu, membuat Jaehee langsung diam dan memajukan bibirnya.

“Jwisonghamnida, ahjussi. Kumohon jangan pecat aku, ya? Bagaimana aku bisa membeli album dan menonton konser??” mohonnya.

“Yak! Itu saja yang ada di kepalamu? Yaish neo jinjja.. Yasudah, lupakan saja. Sekarang sudah malam, kau bisa pulang.”

“Nee….” sahut Jaehee senang.

Jaehee masuk ke ruang ganti. Ia membuka lokernya dan terdiam menatap foto yang menghiasi bagian dalam pintu lokernya.

“Huaahh.. Kau ini, membuat fansmu khawatir saja. Kenapa kau tidak makan makanan yang sehat? Untung saja aku melihat jadwal latihan kalian di twitter siang tadi. Yaish, kau ini!” Jaehee meninju pintu lokernya, tepat di foto yang ia pandangi sejak tadi.

Setelah mengganti seragamnya dan mengambil tas, Jaehee menutup lokernya. “Kuharap kau makan dengan baik.” gumamnya, kemudian ia segera keluar dari ruang ganti. “Ahjussi aku pulaaangg..! Maaf atas kesalahanku hari ini. Gomapseumnidaa!!”

***

“Guksujung Restaurant. Pesanan Anda, Tuan.”

Lagi-lagi gadis itulah yang mengantar pesanan Kyuhyun, masih setia bersama topi merah yang menutupi sebagian wajahnya.

Saat gadis itu baru saja ingin melangkah pergi, Kyuhyun menahannya.

“Pe.. permisi Nona, aku ingin menanyakan sesuatu.” kata Kyuhyun.

“N.. ne?”

“Kemarin.. aku memesan jajangmyeon di restoran ini, tapi yang diantar adalah paket nasi dan daging–”

“Aahh.. Jwisonghamnida.. Kami mohon maaf sebesar-besarnya. Ini murni kesalahan saya sebagai kurir. Sekali lagi saya mohon maaf.” potong gadis itu, dengan segera membungkungkkan badannya. Setelah itu ia buru-buru pergi, setengah berlari menuju lift.

Sebelum pintu lift terbuka, ponsel Jaehee berbunyi.

“Nae salmi haruharu kkumeulkkuneun geot cheoreom..”

“Yaish, apa-apaan orang ini.” Buru-buru Jaehee menutup panggilan itu, sambil melirik ke arah pintu apartment di ujung sana. “Ya Tuhan!” Jaehee tersentak kaget saat melihat Kyuhyun masih berdiri di depan pintu, memandangi dirinya.

Begitu pintu lift terbuka, Jaehee melompat masuk dengan begitu cepat, merasa harus kabur sebelum Kyuhyun menyadari lagu apa yang menjadi nada dering ponselnya tadi.

~

Kyuhyun memakan bibimbap yang diantarkan gadis tadi, walaupun sebenarnya ia memesan jajangmyeon. Ia makan sambil tersenyam-senyum, sama sekali tidak mempermasalahkan makanan apa yang sedang dimakannya sekarang.

“Ahh.. jadi ini yang dinamakan ‘Menjadi Idola’? Hahaha..” Kyuhyun berbicara sendiri, sambil terus mengingat bagaimana gadis tadi pergi dengan terburu-buru setelah ia menyadari nada dering ponselnya.

Kyuhyun mendengarnya. Lagu Hope Is A Dream That Doesn’t Sleep miliknya. Dan biar ia tebak, gadis itu kabur karena takut dirinya mengetahui identitasnya sebagai fans.

Fans jaman sekarang. Bisa-bisanya mereka mengganti makanan pesanannya dengan makanan yang berbeda.

“Hahaha…” Kyuhyun tertawa lagi, sembari mengunyah makanan yang ada di mulutnya.

***

“Hooo… Cho Kyuhyun Solo Album?” Jaehee memandangi salah satu CD diantara barisan CD di Music Store itu, memperhatikannya dengan seksama. “Aahh.. hanya fanmade rupanya..” Jaehee mengembalikannya ke tempat semula.

“Kenapa kau tidak membelinya?”

“Omo!” Jaehee berjengit kaget saat mendengar suara yang mengejutkan itu. “Huh.. mengagetkan orang saja.” dumalnya pelan.

“Lagu-lagunya bagus. Aku sudah mendengarkannya.” kata laki-laki yang mengejutkannya itu.

Dibanding menanggapi perkataan laki-laki itu, Jaehee lebih tertarik memperhatikan wajahnya. Dari balik masker dan kacamata hitamnya, Jaehee merasa ada sesuatu yang dikenalinya.

“Nu.. nuguseyo?” tanya Jaehee, masih mengamati wajahnya.

Perlahan, laki-laki itu menurunkan maskernya. Walaupun hanya sedikit, tapi cukup membuat Jaehee mengenalinya, hingga ia terkejut setengah mati.

“Beli saja. Akan kuberikan bonus khusus untukmu, Nona bertopi merah. Hahaha..”

Tawa renyah itu membuat Jaehee semakin larut dalam keterkejutannya. Entah seperti apa tampangnya saat ini.

Saking terkejutnya, Jaehee bahkan tidak sadar sekarang dirinya telah berada di depan Music Store dengan tangan yang menggenggam sebuah CD bertandatangan.

‘Untuk Gadis Bertopi Merah, yang memberiku makanan beberapa hari terakhir. From Cho Kyuhyun.’

Jaehee membaca tulisan di CD tersebut sekali lagi. Ya Tuhan, apakah Dewi Fortuna sedang ada bersamanya?

“Sampai jumpa. Pastikan kau pulang dengan selamat bersama CD itu, hahaha..” Kyuhyun melambaikan tangannya sekilas, lalu pergi menjauh meninggalkan Jaehee sendiri.

Perlahan senyum Jaehee mengembang. Ia memeluk CD itu erat-erat, dan berteriak, “Saranghamnidaaa..!!!”

***

“Jadi.. setelah aku memberimu libur tiga hari.. kau berubah menjadi orang gila seperti ini?” tanya Jung ahjussi, pemilik sekaligus manager Guksujung Restaurant.

“………”

Jung ahjussi memperhatikan Jaehee. Sejak tadi gadis itu hanya membersihkan mangkuk yang sama sambil tersenyam-senyum sendiri.

“Ya Jin Jaehee!”

Jaehee tersentak, “Ne?”

“Yak! Apa yang sedang kau pikirkan sebenarnya?!” bentak Jung ahjussi. “Jangan bilang kau memikirkan idolamu? Mengkhayal pergi bersamanya?”

“Hooo.. ahjussi kau hebat. Itulah yang sedang kupikirkan.” Jaehee tersenyum tanpa dosa.

“Hah, terserah kau saja. Bersihkan semua itu dengan baik, mengerti?”

“Nee!!” sahut Jaehee semangat.

Tak lama, ponselnya bergetar. Sebuah pesan masuk, dari seseorang yang ia beri nama ‘Saranga’.

Berikan aku jajangmyeon. Aku lapar.

Segera, Jaehee mengemasi beberapa jenis makanan dan pergi dengan motornya, tanpa menghiraukan Jung ahjussi yang berteriak-teriak menanyakan tempat tujuannya.

“Aku dataangg..”

FIN

Advertisements

2 thoughts on “A Different Food

  1. Kalau aku diposisinya pasti akan melakukan hal yg serupa.
    Kyuhyun terlalu banyak makan jajjangmyun.

    Good Job Thor

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s