I’m Tired

***

Sudah sejak lama, aku terikat pada pesonamu. Perlahan tapi pasti, rasa kagumku berubah menjadi sesuatu yang baru. Mungkin cinta, atau hanya obsesi?

Detik demi detik, hingga tahun demi tahun berlalu, kurasa hanya dirimu yang dapat mengikatku begitu kuat. Saat aku memejamkan mata sejenak, bayanganmu menghampiri. Saat aku menutup telingaku, suaramu tetap terdengar.

Namun di saat kau berhasil membuat air mataku terjatuh, aku mulai bertanya-tanya,
perasaan apakah yang mampu membuatku menangis seperti ini? Aku mengenalmu dengan begitu baik, tapi kau tak tahu apapun tentangku. Lalu apa gunanya perasaan ini? Untuk menyakiti lebih dalam?

Aku lelah. Setelah kau mengajakku masuk ke alam penuh impian yang membahagiakan, kau membuatku seperti ini. Aku tak mungkin melampiaskan semua ini langsung kepadamu, tidak bisa. Jadi kepada siapa? Aku hampir tak sanggup menahannya lebih lama.

Jeritan hatiku yang meronta-ronta karena tersakiti, telah tenggelam bersama angin dingin yang berhembus. Aku pun hanya bisa menjerit-jerit tanpa suara. Aku ingin membencimu.

Kau yang memaksaku. Kau yang membuatku merasa putus asa. Meski aku tak ingin memyalahkanmu, tapi hati yang lelah ini memaksa menununjukmu.

Cinta yang manis telah hilang, berganti menjadi rasa pahit. Jika aku tak bisa bertahan sedikit lebih lama hingga rasa lelah ini terobati, aku bisa berhenti.

Karena rasa lelah ini, aku bisa berhenti.

***

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s