Depressed

***

Dulu, meski kau jauh, aku bisa merasa dekat. Tapi sekarang, rasanya sudah tak ada lagi kata dekat.

Awan semakin menghitam, udara semakin dingin, dan perlahan tetes-tetes air mulai jatuh.
Di tengah kesepian mendalam ini, tak pernah berhenti aku berharap bahwa kau akan datang. Tapi siapapun tahu itu hanyalah mimpi.

Hatiku sakit. Hatiku terguncang. Aku hampir tak sanggup menahan rasa yang hanya bisa kupendam ini. Mengungkapkannya pada angin pun, belum tentu sang angin sudi menyampaikan rasa ini padamu.

Pahit sekali. Mengapa harus ada kisah cinta seperti ini? Aku mencintaimu, tapi seolah hal itu dilarang bahkan oleh takdir. Seolah sang takdir menyesal telah menggariskannya.

Aku terlalu mencintaimu. Aku tak bisa menghentikannya. Bahkan ketika hati ini tersakiti, yang kuteriakkan tetaplah namamu. Yang kupikirkan tetaplah dirimu. Yang terbayang tetaplah sosokmu. Aku tak bisa menyangkalnya.

Ingin berhenti, namun selalu gagal. Selalu tersakiti, namun rasanya hati ini hanya merasakan cinta. Terbalas atau tidak, rasa ini masih ada.

Hingga selamanya, bahkan ketika kau menemukan pendampingmu.

***

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s