Midnight Firefox

Midnight Firefox

Cast : Shin Younghee / Ms. Shi, Cho Kyuhyun

***

2010

Author POV

Malam itu, seluruh bagian kota Seoul dipenuhi lampu-lampu gemerlapan dan di dominasi oleh warna merah, putih, dan hijau.

Lagu-lagu natal di putar dimana-mana. Anak-anak bergembira, menghabiskan malam natal mereka bersama keluarga dan memakan kue-kue jahe yang enak.

Berbeda dengan orang-orang lain yang bergembira di malam natal ini, seorang gadis duduk sambil memeluk kedua kakinya di sudut sebuah gang, tempat yang hampir tidak pernah disinggahi orang-orang.

Ia menundukkan kepalanya, seakan sedang menutupi raut wajahnya sendiri. Tapi bahunya yang berguncang jelas sekali mengatakan suasana hatinya tidak sedang baik-baik saja. Ia menangis.

Di sudut yang lain, seseorang dengan jubah ungu gelap yang menutupi hampir seluruh tubuhnya mengamati gadis merana itu dari tempatnya berdiri.

Tangan kanan orang itu mulai terangkat. Ia menengadahkan tangannya keatas, memunculkan segumpalan cahaya merah menyala yang makin lama makin membesar, dan akhirnya berubah menjadi api. Orang itu menggerakkan tangannya tersebut seolah akan melempar api yang bersarang di atas tangannya.

Setelah apa yang ia lakukan, entah karena apa gadis yang tadi menangis mengangkat kepalanya seolah sedang menatap seseorang, dan perlahan-lahan gadis itu tersenyum, entah pada siapa.

***

Shin Younghee POV

Aku menghempaskan tubuhku ke atas tempat tidur, dan menatap langit-langit kamarku. Aku mulai tersenyum, mengingat tugasku tahun ini bisa kulakukan dengan baik.

Ya, aku memiliki tugas tahunan. Aku merasa melaksanakan tugas ini adalah suatu kewajiban. Kalian ingin tahu apa maksudku? Baiklah, silahkan simak baik-baik.

Namaku, adalah Shin Younghee di hari-hari biasa. Tapi dua hari dalam satu tahun, aku bukan hanya seorang Shin Younghee, gadis culun yang sering menyendiri. Ms. Shi the Midnight Firefox. Rubah Api Tengah Malam. Begitulah namaku.

Aku manusia setengah rubah. Tapi oh, tentu saja, aku bukan rubah yang jahat. Aku adalah siluman yang dikirim dari Gifture Kingdom dengan sebuah tugas untuk dilaksanakan setiap tahun.

Kalian bisa menebak seperti apa itu Gifture Kingdom? Disana, semua impian baik manusia berkumpul menjadi satu. Dan disana, hadiah adalah hal yang penting. Kami saling member hadiah, dan kami pun memberikan hadiah untuk manusia di bumi.

Bisa dikatakan aku ini sejenis Santa Claus, hanya saja sebagai versi yang berbeda. Tugasku adalah memberi hadiah pada hati-hati kesepian di malam natal dan satu malam setelahnya.

Hadiah seperti apa? Yah, hadiahnya berbeda-beda untuk setiap orang. Untuk yang kehilangan orang tuanya, aku akan membuatkan sebuah ilusi semalam untuknya. Mendatangkan orang tuanya dan menyusun kenangan indah dalam ilusi itu, dan memberikannya tidur yang nyenyak setelahnya. Sehingga keesokan harinya ia bangun dengan perasaan yang lebih baik dan akan mengira ilusi yang ia alami sebagai mimpi. Seperti yang kulakukan tadi.

Atau dalam kasus cinta, aku bekerja seperti cupid. Mempersatukan mereka bila itu memungkinkan.

Lalu aku sendiri, saat berubah, aku tidak sepenuhnya terlihat seperti rubah. Hanya bola mataku yang membesar, telingaku berubah, dan muncul ekor di bokongku. Dan aku bekerja dengan api di tengah malam, karena itu aku disebut Midnight Firefox.

***

2011

Shin Younghee POV

Aku segera berlari mencari sumber suara yang barusan kudengar. Suara tangis di malam natal. Panggilanku tergantung dari suara tangis yang kudengar. Aku akan dating pada mereka yang menangis dan membaca apa yang terjadi pada mereka.

Tapi saat aku sampai di tempat yang menurutku adalah sumber suara itu, tiba-tiba suara itu justru berhenti.

Apa? Siapa yang mendahuluiku?

Setahuku, hanya aku yang ditugaskan oleh kerjaanku di kota ini. Hanya aku. Lalu siapa yang barusan mendahuluiku melakukan tugas yang biasa kulakukan?

Aku mengedarkan pandanganku, mencari-cari siapa yang mungkin melakukan hal itu. Dan pandanganku terpaku pada seseorang yang baru saja hendak meninggalkan tempat ini, dengan setelan formal serba hitam seperti pesulap lengkap dengan topinya.

Aku mulai berlari lagi, mengejarnya yang telah berlari cepat meninggalkan tempatnya.

Benarkah ada oknum lain yang memiliki tugas sama sepertiku? Tapi siapa?

Aku terus berlari, berlari, dan berlari mengikutinya, tapi aku sama sekali tidak bisa menyamai langkahnya. Jika aku, siluman rubah yang seharusnya bisa berlari dengan kecepatan melebihi angin tidak bisa mengejarnya, lalu makhluk seperti apa dia itu?

Akhirnya setelah tenagaku sudah mulai habis, aku berhenti. Tahun ini, aku kehilangan pekerjaanku. Sial.

***

2012

Author POV

Younghee—atau Ms. Shi sekarang, berangkat dari tempat tinggalnya sedikit lebih awal dari tahun-tahun sebelumnya. Ia sama sekali tidak menginginkan seseorang mendahuluinya lagi. Terlebih laki-laki yang sampai sekarang berlum ia ketahui identitasnya.

Pohon-pohon natal penuh hiasan sudah terpajang dimana-mana, dan lagu-lagu bertemakan suasana natal pun terdengar dari segala penjuru. Namun hal itu tidak menghalangi pendengaran Ms. Shi untuk menangkap sinyal suara yang selama ini menjadi pemanggilnya.

Ia melihatnya. Ia melihat laki-laki itu lagi, sedang berlari dari arah berlawanan menuju arah yang sama dengannya.

Younghee mempercepat langkahnya. Kalau sampai tahun ini ia tidak melaksanakan tugasnya lagi, ia akan merasa sangat bersalah pada orang-orang di kerajaannya.

Tapi sebelum ia sampai, saat ia berniat melirik ke arah laki-laki itu berada, ornag itu justru menghilang. Menghilang begitu saja dari jarak pandangnya.

Dan tebak apa? Younghee keduluan lagi. Tugasnya tahun ini telah terampas kembali seperti tahun lalu, oleh seseorang yang sama.

Younghee mendekati laki-laki itu dengan cepat.

Laki-laki dengan topi hitam itu menoleh saat tangannya ditarik dengan keras oleh seseorang.

“Apa yang baru saja kau la..” perkataan Younghee terpotong saat laki-laki itu menoleh dan tanpa sengaja ia melihat matanya. Melihat mata semempesona itu, siapa yang tidak terpana?

Cengkeraman Younghee pada tangan pria itu melonggar. Setelah sempat dibuat terpesona oleh mata itu, Younghee segera tersadar, bahwa orang yang ada di hadapannya bukanlah orang asing.

Meski dengan penampilan yang jauh berbeda, Younghee tak mungkin tak mengenalnya. Younghee bisa dengan jelas memastikan bahwa laki-laki itu tinggal di gedung apartemen yang sama dengannya.

“Sebenarnya siapa kau ini?” tanya Younghee lirih.

Laki-laki itu tersenyum, dan menjawab “Aku? Aku Mr. Chris, the Midnight Illusionist.” kemudian melangkahkan kakinya, hendak pergi meninggalkan tempat itu.

Sebelum ia benar-benar pergi, pria yang mengaku sebagai Mr. Chris itu berbalik, dan kembali berkata, “Atau.. mungkin kau mengenalku sebagai.. Cho Kyuhyun.” Ia mengangkat topinya dan memberi hormat yang khas dari seorang ilusionis. Kemudian ia menghilang begitu saja.

***

Author POV

Younghee berjalan menyusuri jalanan padat di daerah pertokoan kota Seoul. Meski jam sudah menunjukkan pukul setengah dua pagi, namun kepadatan daerah tersebut sama sekali tidak berkurang.

Tak ada seorangpun yang mengira gadis berkacamata dan rambut panjang itu adalah seorang siluman rubah. Karena kali ini Younghee berpenampilan seperti layaknya manusia biasa.

Hal yang membuat gadis ini tidak pulang ke tempat tinggalnya seperti biasa adalah karena laki-laki itu. Bagaimana mungkin? Younghee sendiri tidak pernah merasakan keganjilan apapun pada laki-laki bernama Cho Kyuhyun itu. Apalagi menebak apa maksud dibalik semua tindakan pria itu. Mengganggu saja.

Tiba-tiba Younghee punya ide gila. Ide itu adalah, kalau sampai tahun depan ia kehilangan pekerjaannya lagi, ia akan kembali ke kerajaannya dan tak akan kembali ke bumi selamanya.

***

Author POV

Shin Younghee baru pulang ke apartemennya pada pukul setengah tiga pagi. Ia menghabiskan malamnya hanya dengan berputar-putar di daerah pertokoan.

Baru saja ia akan membuka pintu kamar apartemen mungilnya, suara berat seseorang membuatnya menoleh. Younghee mengerutkan keningnya bingung. Apa yang dilakukan orang itu disamping pintu apartemennya? Padahal tidak ada siapapun disekitar situ tadi.

“Bagaimana kau bisa berada disitu?” tanya Younghee.

Cho Kyuhyun tersenyum simpul, “Kau lupa siapa aku? Aku ini seorang ilusionis.” katanya, dan hanya dalam sekejap mata pakaian santai yang tadi dikenakan laki-laki itu berubah menjadi kostum pesulap.

Melihat perubahan yang tiba-tiba itu, Younghee jadi teringat untuk bertanya, “Darimana asalmu? Mengapa kau baru menunjukkan jati dirimu sekarang?”. Younghee berpikir keras, apakah ada tempat lain yang kemungkinan mengirimkan ornag seperti Kyuhyun seperti yang dilakukan Gifture Kingdom lewat dirinya.

Pakaian Kyuhyun kembali seperti sebelumnya, walau tanpa perubahan gerak tubuh sedikitpun pada dirinya. “Aku? Kau tak mengingatku?” tanyanya balik. Ia memiringkan kepalanya, seolah bingung dengan pertanyaan yang dilontarkan gadis itu.

“Apa maksudmu?” Younghee menyernyit.

“Silahkan kau pikirkan sendiri. Dan cobalah untuk mengingat.” kata Kyuhyun. Ia kemudian pergi menjauh, dan menghilang dalam satu kedipan mata.

Younghee menghela nafas panjang. Semua ini terlalu tiba-tiba. Younghee mengenal orang itu hanya sebatas tetangga. Memikirkan kemungkinan adanya hubungan antara mereka membuatnya tak bisa berpikir lurus. Apa maksudnya dengan ‘cobalah untuk mengingat’?

Younghee merasakan kepalanya mulai pening, dan ia memutuskan untuk memikirkan hal ini lain kali.

Ia masuk ke kamarnya, enggan membuat kepalanya menjadi jauh lebih pening dari saat ini dengan memikirkan hal yang membingungkan.

***

Author POV

Jarum jam menunjukkan pukul setengah delapan pagi, pantas saja kamar Younghee sudah diterangi oleh cahaya matahari.

Younghee bangun dari tidurnya dengan nafas yang terengah-engah. Keringat mulai membasahi keningnya. Untuk kesekian kalinya, mimpi itu datang lagi.

Ia bermimpi telah mengalami sebuah kecelakaan, yang sangat parah, hingga ia merasa akan mati saat itu juga. Tapi seseorang datang. Mengangkatnya, dan membawanya pergi entah kemana. Yang Younghee ingat adalah tubuhnya seperti melayang, melewati cahaya yang sangat terang, dan setelahnya ia langsung tak sadarkan diri. Disaat itulah ia terbangun dari mimpi itu.

Younghee mengambil segelas air putih yang ada di atas meja kecil disamping tempat tidurnya. Bahkan rasa sakit dalam mimpi itu bisa ia rasakan dengan jelas sampai saat ini.

Mimpi itu benar-benar membuatnya bingung. Entah karena apa, ia merasa mimpi itu bukan sebuah mimpi biasa. Terasa begitu nyata. Dan disela-sela mimpi itu, kenangan-kenangan selama hidupnya di Gifture Kingdom berkelebatan dalam frekuensi yang sangat singkat. Dan perasaanya mengatakan, bahwa mimpi itu bukanlah sebuah kebetulan.

Younghee memutuskan untuk pergi keluar hari ini, sekedar untuk menyegarkan pikirannya. Mungkin ia akan pergi ke taman bermain.

***

Shin Younghee POV

Aku memakan gulali yang ada ditanganku dengan lahap. Mungkin jalan-jalan ke taman bermain sendirian tanpa ada yang menemani memang terasa aneh, tapi mau bagaimana lagi, aku tidak punya teman.

Taman bermain masih mengusung tema natal, karena malam natal baru saja berakhir.

Langkahku terhenti didepan sebuah tenda kecil dengan papan bertuliskan ‘Stage of Illusion’. Melihat kata ‘Illusion’ dituliskan besar-besar diatas sana, membuatku teringat dengan laki-laki aneh yang mengaku sebagai ilusionis itu.

Aku masuk ke dalam tenda tersebut, dan cukup terkejut ketika mengetahui pertunjukan ini gratis. Lalu aku menyalip dengan mudah, hingga aku mendapatkan barisan paling depan untuk menonton pertunjukan itu.

Sang Ilusionis mengangkat topi besanya untuk member hormat, dan betapa terkejutnya aku ketika melihat wajah orang itu. Cho Kyuhyun. Ia melempar senyum pada seluruh penonton, tak terkecuali aku.

Apa-apaan..? Ia menggunakan sihir murni sebagai tipuan agar bisa mendapatkan penghasilan? Cih, lumayan licik.

Aku menyilangkan kedua tanganku, sembari menunggu ilusi apa yang akan ditampilkan laki-laki itu selanjutnya.

Ia maju beberapa langkah menuju pinggiran panggung, atau mungkin lebih tepat mengarah padaku. Apa yang akan dilakukannya?

Setangkai bunga mawar merah tiba-tiba saja sudah berada di dalam genggaman tangannya, setelah ia mengulurkan tangannya ke belakang tengkukku. Ia memberikan bunga itu padaku, dan dengan enggan aku menerimanya. Tipuan mainstream.

Orang-orang dibuat takjub oleh beberapa atraksinya, kecuali aku. Pikiranku lebih tertuju tentang perkataan laki-laki itu dini hari tadi.

Memangnya apa yang harus kuingat tentang dirinya?

***

Author POV

Younghee berhasil masuk ke belakang panggung, tempat laki-laki itu istirahat.

Cho Kyuhyun menghampirinya, dan bertanya, “Ada apa? Apa kau sudah mengingat sesuatu?”

Younghee menggeleng. “Jadi kau bekerja di taman bermain?” tanyanya.

Kyuhyun mengangkat bahunya sekilas, “Seperti yang kau lihat.”

Hening sempat memenuhi udara disekitar mereka, sebelum Younghee kembali berbicara,

“Daripada menyuruhku mengingat sesuatu yang tak bisa kuingat sedikitpun, kenapa kau tak menceritakannya langsung padaku? Tentang apa hubungan kita?”

Kyuhyun tersenyum kecil. “Aku tidak suka menceritakan sesuatu yang berhubungan dengan diriku sendiri. Karena itu aku menyuruhmu untuk mengingatnya sendiri.”

Younghee mulai kesal, hingga suaranya menjadi sedikit lebih tinggi. “Ck, memangnya apa hubungan semua itu denganmu yang telah mencuri pekerjaan rutinku?!”

Pertanyaan Younghee hanya ditanggapi dengan kekehan kecil dari Kyuhyun. “Bukan aku yang mencuri pekerjaanmu, tapi kau. Aku hanya mencoba melakukan kembali hal yang sudah lama tidak kukerjakan karena kemunculanmu.” kata Kyuhyun.

Perkataan Kyuhyun barusan membuat Younghee kembali berpikir keras. “Kemunculanku? Melakukan kembali? Apa maksudmu?”

“Sudahlah. Cepat atau lambat kau akan mengingatnya.” kata Kyuhyun, kemudian ia menghilang seperti yang sebelum-sebelumnya.

Younghee terdiam di tempatnya. Ia mulai penasaran dengan hal yang sepertinya telah ia lupakan itu.

***

Author POV

Younghee sudah kembali ke tempat tinggalnya. Ia sedang duduk diatas tempat tidurnya dengan remote TV ditangannya.

Tiba-tiba Younghee teringat akan mawar merah yang diterimanya dari Kyuhyun dalam pertunjukan di taman bermain tadi. Ia membuka laci meja nakas—tempat ia meletakkannya tadi. Namun niatnya untuk mengambil bunga itu urung saat matanya menangkap keberadaan sebuah batu kristal sebesar kepalan tangan yang berwarna ungu di dalam laci tersebut.

Younghee mengambil batu kristal itu. Ia tak ingat benda apa itu atau darimana asalnya. Ia bahkan tak tahu kalau ia memiliki benda seperti itu.

Cukup lama Younghee menatap batu kristal dalam genggamannya itu. Sampai sekelebat peristiwa yang terjadi bertahun-tahun lalu terputar kembali dalam kepalanya.

~Flashback~

Author POV

Seorang gadis yang kepalanya berlumuran darah akibat kecelakaan tergeletak ditengah jalan tanpa ada seorangpun yang berinisiatif untuk menolong. Hingga seorang laki-laki berlari kearahnya dan menggendong gadis sekarat itu dengan cepat.

Laki-laki itu berlari menjauhi kerumunan, sambil sesekali menatap khawatir pada gadis asing yang ada digendongannya. Namun ia bukan berlari menuju rumah sakit, melainkan melompat keatas, kemudian menghilang ditelan cahaya yang menyilaukan.

~

“Kumohon, bisakah kau menyelamatkannya?” tanya laki-laki itu pada seorang wanita yang nampaknya dalah orang terhormat disana.

“Tapi Chris, bagaimana caranya?” tanya wanita itu, yang ternyata merupakan Ibu dari laki-laki yang dipanggil Chris tersebut.

“Kau pasti memiliki satu cara, Ibu.” mohon Chris.

Setelah berpikir cukup lama, wanita dengan juba tebal nan panjang itu akhirnya menyanggupi permintaan putranya. “Baiklah.”

Wanita itu berjalan maju, mendekati di gadis yang terbaring tanpa nyawa. Ia mengeluarkan sebuah kristal ungu, meletakkannya diatas dada gadis itu, dan memejamkan matanya.

Kristal itu mengeluarkan cahaya merah. Perlahan kristal ungu itu masuk menembus dada di gadis, dan keluar kembali setelah bekerja dalam tubuh tak berdaya itu.

Jantung gadis itu kembali berdetak, darah kembali mengalir dalam tubuhnya, luka-luka pada permukaan kulitnya mengecil sebelum hilang sepenuhnya, dan nafasnya kembali.

Hal itu membuat Chris dapat menghembuskan nafas lega. Meski belum sadar, Chris tahu gadis itu hanya sedang tertidur.

“Ini Kristal Rubah Api. Hanya dengan mengubahnya menjadi siluman rubah, aku bisa menghidupkannya kembali. Dia yang akan menggantikan tugasmu, kau hanya harus mengawasinya. Sekarang bawa ia ke bumi, dan letakkan kristal ini di tempat tinggalnya.” pinta wanita itu.

Chris segera membawa gadis itu pergi.

~

Younghee terbangun di kamarnya seperti biasa. Namun, ingatan akan jati dirinya sendiri telah berubah. Ia terlahir sebagai jiwa yang baru.

~Flashback off~

Younghee terduduk lemas di lantai kamarnya. Cho Kyuhyun.. adalah penyelamatnya. Dan Gifture Kingdom adalah kerajaan tempat asal Kyuhyun, bukan dirinya.

“Sudah ingat?”

Suara itu membuat Younghee menolehkan kepalanya dengan cepat. Kyuhyun sudah berdiri disana, di dekat pintu kamarnya.

Younghee berdiri, tanpa melepas tatapannya pada laki-laki yang tengah tersenyum itu.

“Tapi.. untuk apa?” tanya Younghee lirih.

Kyuhyun tersenyum, dan ia hanya mengangkat bahunya tanda tak tahu.

Setelah cukup lama tenggelam dalam keheningan suasana, Younghee akhirnya berucap, “Terima kasih.”

***

2013

Author POV

Kedua orang dengan tujuan sama itu berlari melebihi kecepatan angin, tanpa mengganggu suasana maraknya natal tahun ini.

Mereka melewati pohon-pohon natal penuh hiasan, orang-orang dengan kostum Santa Claus, juga masyarakat Seoul lainnya yang sedang sibuk menikmati meriahnya perayaan natal di malam itu.

Dua orang itu telah memustuskan, akan melaksanakan tugas mereka bersama-sama.

END

Advertisements

One thought on “Midnight Firefox

  1. waww… ternyata oh ternyata. . . coba aja mereka jatuh cinta dan bahagia selamanya, pasti aku dapet kado juga (?)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s