How Can?

***

Gadis pendiam itu berdiri di dekat jendela kamarnya yang terbuka, membiarkan siar matahari pagi masuk dan menyinari kamarnya. Seperti biasa, ia memandangi wajah laki-laki itu.

“Selamat pagi.” sapanya, walau ia tahu tak akan ada jawaban.

Wajah itu masih menunjukkan ekspresi yang sama meski Hyunmi terus menatapnya.

“Menurutmu bagaimana caranya agar aku bias hidup bersamamu? Sebagai sebuah pasangan?” tanya Hyunmi seraya tersenyum.

Tidak ada jawaban. Laki-laki itu diam membisu.

Hyunmi mengulurkan tangannya, kemudian meraba wajah laki-laki itu. “Maukah kau memberitahuku bagaimana caranya?” tanyanya lagi.

Lama-kelamaan mata sayu gadis itu mulai mengeluarkan air mata. Lee Hyunmi menangis lagi. “Bagaimana?” tanyanya sekali lagi, dengan penuh emosi.

Tangannya belum terlepas dari wajah laki-laki itu. Ia terus menangis sambil memegangi wajah tampan itu.

Namanya Cho Kyuhyun. Hyunmi-lah yang memberikan nama itu.

Gadis itu semakin terisak, hingga kakinya tak sanggup berdiri lagi hingga akhirnya ia jatuh terduduk di lantai kamarnya.

“Bagaimana bisa? Bagaimana ini bisa terjadi? Bagaimana bisa aku jatuh cinta padamu? Bagaimana bisa aku jatuh cinta pada lukisanku sendiri?”

Hyunmi terus melontarkan pertanyaan, sementara Cho Kyuhyun tetap diam membisu.

***

Advertisements

One thought on “How Can?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s