A Dreaming Girl [I Want to be With You-another life]

Note : Yuhuuuuuu ._. Sebagai warning, cerita ini agak maksa, disebabkan karena otak author sedang bermasalah–pusing-_- Sekian

***

“Kau tidak lelah?” Eunhwa menatap sahabatnya lekat-lekat. Sinar kekhawatiran dalam matanya tak pernah hilang setiap membahas topik yang sama.

“Aku tak pernah lelah mencintainya, Hwa-ya. Tidakkah kau mengerti perasaan seperti ini?” Hyunmi tersenyum pahit, senyum yang selama tahun-tahun terakhir menggantikan senyum manisnya.

Eunhwa menghela nafas. Hatinya terasa berat sekali melihat sahabatnya tak lagi tersenyum seperti dulu. “Tak seharusnya kau begini. Bukankah lebih baik kau terima saja laki-laki bernama Lee Donghae itu?”

“Cinta tak bias dipaksakan, sahabatku. Selama cinta itu masih bias diperjuangkan, mengapa harus dilepas begitu saja?” Lagi-lagi Hyunmi tersenyum.

“Tapi kau akan terus tersakiti, Hyun-ah. Seharusnya kau tak perlu menderita seperti ini hanya demi laki-laki brengsek itu!” Tanpa sadar Eunhwa membentak Hyunmi. Kurang sabar apa sahabatnya ini? Apa laki-laki itu tak punya hati?!

“Tak ada cinta tanpa rasa sakit. Kalau tak ingin tersakiti, janganlah kau jatuh cinta. Tapi hati kita selalu punya tambatannya sendiri, tak bias kita larang..” lirih Hyunmi. Ia menutup bukunya, lalu berkata lagi, “Kau mau ikut ke rumah pohon?”

Eunhwa menatap Hyunmi sejenak, dan langsung mengiyakan ajakan itu.

***

“Aku mencintaimu. Kumohon maafkan kesalahanku selama ini. Aku mencintaimu, Hyunmi-ya.” Kyuhyun memeluk Hyunmi erat, berkata dengan sangat lembut namun penuh emosi.

~

Hyunmi terbangun dari tidurnya. Matanya sudah terbuka, namun pikirannya terus melayang-layang entah kemana.

Ah, padahal mimpi itu begitu indah. Mengapa harus berakhir secepat ini?

~

Indah. Senyum itu sudah kembali. Senyum termanis dari sahabatnya.

Eunhwa takjub menyaksikan perubahan drastis ini. Hyunmi memang sudah menceritakan mimpinya, tapi bukankah itu konyol? Ayolah, itu hanya sebuah mimpi. Mimpi adalah mimpi.

“Mengapa, Hyun-ah? Apa sebenarnya yang kau pikirkan? Sebegini besarnya kah efek dari mimpi itu? Dimana logikamu?” Eunhwa bertanya dengan nada sumbang. Perasaannya campur aduk menghadapi perubahan ini. Sahabatnya ini sudah dibuat tidak waras.

Hyunmi tersenyum. Bukan senyum pernuh air mata dalam hati, namun senyum kebahagiaan. “Kau tak mengerti, Hwa-ya. Sebelum mengalaminya sendiri, kau tak akan mengerti.” katanya. Ia memejamkan mata sambil menengadahkan kepalanya menghadap langit. “Memang hanya mimpi, sama halnya dengan buaian semu selama tak lebih dari satu menit.”

Eunhwa masih terus menatap Hyunmi. Benar-benar sudah tidak ada lagi luka dalam senyumnya.

“Kita sama-sama tahu bagaimana arti mimpi sesungguhya. Tapi, meski hanya mimpi, itu sudah cukup. Impianku terwujud dalam mimpi, yang memberikanku mimpi yang baru.”

“Mimpi baru?”

“Ya, mimpi baru. Aku ingin mencintainya selamanya. Walau tak akan bisa bersamanya, cinta ini akan selalu kusimpan.” Hyunmi memegang dada kirinya, tempat jantungnya berada.

Eunhwa hanya diam. Cinta sudah mengambil alih sahabatnya ini. Kata-katanya sudah tak ada gunanya lagi.

“Sudah cukup. Kata itu sudah terucap olehnya dalam mimpiku. Itu sudah cukup, Hwa-ya. Cinta memang gila.”

***

Advertisements

One thought on “A Dreaming Girl [I Want to be With You-another life]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s