Destroy the Magic [Part 3]

Destroy The Magic5****

Review

Tanpa menunggu lama lagi,Kyuhyun sudah tergeletak begitu saja diatas sofa tak sadarkan diri.

Eunhye baru saja keluar dari dapur.Melihat keadaan Kyuhyun,terukir senyum licik di bibirnya.

“Kalian pikir aku tak menghafal mantra penidur?”

****

“Kalian pikir aku tak menghafal mantra penidur?” lirih Eunhye seolah Kyuhyun mendengarnya.Tapi kenyataannya Kyuhyun sudah masuk dalam alam bawah sadarnya.

“Sekarang mari kita lihat apa yang akan dilakukan tuan putri.” sambungnya.Ia kemudian duduk disamping Kyuhyun,menunggu.Menunggu apakah Younghee akan datang atau tidak.

~

Diluar,Younghee menunggu dengan harap-harap cemas.Andai Kyuhyun sudah melakukan bagiannya dengan baik,Kyuhyun pasti akan memberinya tanda agar masuk kedalam.Tapi sejak beberapa menit yang lalu Kyuhyun sama sekali tidak menunjukkan tanda-tanda apapun.

Berbagai pemikiran sudah mulai memenuhi kepala Younghee.Bagaimana kalau Kyuhyun hanya menipunya dan ternyata adalah sekutu Eunhye? Atau bagaimana kalau Kyuhyun sudah terlanjur ketahuan dan sedang diperlakukan dengan buruk oleh Eunhye?

Younghee mengusap wajahnya gusar.Ia tak tahu apa yang harus ia lakukan tanpa bantuan Kyuhyun.Tapi kalau tidak dimulai sekarang juga waktunya selama 24 jam akan terbuang sia-sia.

Akhirnya Younghee memutuskan untuk menghadapi apapun yang akan berhadapan dengannya.Ia berjalan menuju pintu masuk.Tapi sebelum tangannya mencapai bel di pintu,kalung yang masih menggantung dilehernya bersinar.Panas itu keluar lagi.

Younghee meremas kalungnya.Mungkin ini adalah reaksi yang ditimbulkan karena ia berada dekat dengan penyihir musuh.

Ia menepi.Menyandarkan tubuhnya di tembok dan menguatkan dirinya untuk membuka buku yang sejak tadi dipeluknya.Mungkin ada mantra untuk menangkal rasa panas ini.

Tapi kemudian Younghee mengurungkan niatnya karena ia menemukan mantra yang pasti akan lebih berguna.Ada cara agar kita tetap bisa membacakan mantra pada orang lain yang terhalang suatu pembatas.

Untuk berjaga-jaga,Younghee segera merapalkannya dengan sisa tenaga yang ada.Panas dari kalungnya semakin menguat.Ia mengirim mantra penidur untuk wanita yang ada di dalam rumah ini.

Beberapa saat setelah Younghee mengirim mantra tersebut,kalungnya berhenti berpijar dan panasnya juga sedikit demi sedikit menghilang.

Mungkin ini sudah bekerja,pikirnya.Ia bisa dengan mudah membuka pintu dan masuk ke dalam rumah tersebut.

Betapa terkejutnya ia ketika melihat seorang laki-laki dan perempuan yang tak sadarkan diri di sofa yang sama.Younghee menghampiri si laki-laki dengan gesit.Membuka halaman demi halaman buku sihir,mencari cara untuk mematahkan mantra penidur dalam diri Kyuhyun.Mestinya ada.

Tidak ada.Younghee bingung bagaimana caranya untuk menyadarkan Kyuhyun.Ia tentu tak bisa melakukan apapun tanpa bantuan laki-laki itu.Tapi tangannya tak berhenti membolak-balik tiap halaman dalam buku sihir demi menemukan jalan keluar.

Merasa putus asa,Younghee menghempaskan tubuhnya di sofa yang cukup lebar itu.Tapi rasa putus asanya tak bertahan lama.Ada atau tidak ada Kyuhyun yang menemaninya,ia tetap harus menjalankan niatnya untuk membebaskan dirinya sendiri dari jeratan sihir ini.

Ia bangkit berdiri.Selama perjalanan kesini tadi ia sudah cukup tahu kalau dia harus menemukan mangkuk dari tanah dengan cairan gelap di dalamnya di rumah ini.Dan tinggal membacakan beberapa mantra yang sudah ada di buku sihir.

Tak perlu sulit mencarinya,mangkuk itu sudah berada dihadapannya,diatas sebuah meja kecil.Younghee memposisikan tubuhnya tepat didepan mangkuk tersebut dan menghadapkan wajahnya pada cairan dalam mangkuk tersebut.

Mantra pertama baru saja ia ucapkan.Reaksi dari cairan itu begitu menakjubkan.

Cahaya yang sangat menyilaukan terpancar dari dalam genangan itu.Kata-kata seperti hologram berputar diatasnya.

Younghee kembali mendekati mangkuk itu setelah sebelumnya sempat menjauh karena terkejut.

“Viores de tenebree regia opria.” begitulah yang tampak pada penglihatan Younghee.

Buku yang ada ditangannya seperti terangkat melayang keatas dan membuka sebuah halaman,lalu kembali ke tangan Younghee.

Younghee menutup mulutnya ketika ia membaca tulisan pada halaman yang sepertinya ‘ditunjukkan’.

“Jadi yang tadi itu bukan mantra penidur? Hanya namanya saja mantra penidur,sebenarnya mantra itu adalah mantra untuk kembali ke masa kerajaan dulu lewat alam bawah sadar.” gumamnya lirih.”Lalu apa yang harus aku lakukan sekarang? Wanita itu pasti sudah kembali ke masa lalu dan aku masih disini..”

“Bagaimana dengan Kyuhyun? Apa dia pergi kesana juga?” tanya Younghee walau ia tahu tak akan ada yang menjawabnya.

Pada akhirnya Younghee berhasil memantapkan hatinya untuk menjalani rencananya selama ini.Dengan atau tanpa Kyuhyun.

****

“Benar.Disinilah tempatnya.” gumam Younghee.

Buku sihir itu telah memberinya petunjuk.Tujuan utama yang harus ia penuhi adalah menyusup ke kerajaan Tenebris dan menghancurkan gerbang yang telah menyegel kristal kerajaan Amicus.Cukup mudah.

Tapi masalahnya,bagaimana caranya? Younghee bukan penyihir seperti Ibunya yang bisa menggunakan berbagai mantra.Apalagi buku sihir itu tidak ada bersamanya.

Younghee juga tidak membawa senjata apapun.Lagipula senjata apa yang mampu mengalahkan roh jahat yang tidak berwujud itu?

Kini ia telah kembali ke masa dimana kerajaan Amicus baru saja berubah menjadi kerajaan Tenebris.Dan waktu yang Younghee perlukan untuk melakukan tugasnya hanya tinggal 22 jam lagi.

Langit diatas kepala Younghee begitu kelabu,menggambarkan keadaan disana yang memang sedang sangat tidak bahagia.

Walaupun tidak terlihat begitu hancur secara fisik,namun daerah disekitar Younghee tidak lagi menampakkan adanya kehidupan.Begitu kosong,hening,tapi kental akan suasana menyeramkan.

Younghee tidak mau sembarangan bertindak karena ia tidak tahu apakah disekelilingnya terdapat roh jahat atau tidak.

“Younghee! Kau disini?” sayup-sayup terdengar suara laki-laki memanggilnya.Younghee mengedarkan pandangan,mencari-cari sumber suara tersebut.

Mengikuti instingnya,Younghee berlari kearah yang menurutnya akan membawa dirinya ke sumber suara.

Setelah beberapa saat berlari dan Younghee mulai lelah,suara tersebut justru terdengar makin keras dan jelas.

Kalau orang itu memanggilnya,berarti orang itu adalah orang yang dikenalnya.Karena itu Younghee memaksakan kakinya untuk kembali berlari.

“Younghee!! Kau disini?”

Begitu merasakan kakinya benar-benar tidak bisa dipaksakan lagi,ia melihat seorang laki-laki yang berjalan dengan langkah terseok-seok sambil berteriak memanggil namanya.

“Kyu? Kyuhyun!!” Younghee langsung memanggil laki-laki itu yang terlihat sama lelahnya dengan dirinya.

Kyuhyun menoleh ke kiri dan kanannya,sampai akhirnya ia bertemu pandang dengan Younghee kemudian langsung berlari kearahnya walaupun kakinya terasa sangat sakit.

Grep.

Kyuhyun menarik Younghee kedalam pelukannya.Bahagia sekali rasanya ketika ia sudah menemukan gadis ini.

Younghee terkejut dengan perlakuan Kyuhyun padanya.”A,ada apa?” tanyanya.

“Kau tidak apa-apa,kan?” Bukannya menjawab,Kyuhyun malah balik melontarkan pertanyaan yang membuat Younghee bingung.

Kenapa Kyuhyun malah menanyakan keadaanku? Dan bagaimana caranya dia bisa berada disini juga? Kenapa dia memanggil-manggil namaku terus tadi? Younghee bertanya-tanya dalam hatinya.

Akhirnya Kyuhyun melepaskan pelukannya.Walaupun ia baru mengenal Younghee dalam beberapa hari terakhir,tapi ia tak bisa mengelak lagi kalau ia memang merasa sangat lega mengetahui Younghee baik-baik saja.Lalu seakan bisa membaca apa yang ada dipikiran Younghee,Kyuhyun langsung menjelaskan semuanya.

“Aku tidak tahu kenapa aku bisa ada disini.Yang aku ingat terakhir kali adalah aku duduk di sofa dirumah Eunhye dan merasa sangat mengantuk.Saat terbangun dan mendapati diriku berada di negeri ini,aku melihat beberapa orang berjubah hitam sedang berdiri melingkar seperti mengelilingi sesuatu yang memancarkan cahaya merah.Aku takut itu bukanlah sesuatu yang baik jadi aku langsung berlari tanpa arah.Tiba-tiba aku berpikir kau mungkin ada disini juga.Jadi aku mencarimu..” cerita Kyuhyun.Keringat membasahi keningnya dan ada sinar kekhawatiran dimatanya.

“Itu pasti para penyihir pemuja roh jahat.Kau bisa antarkan aku kesana?” Younghee menatap Kyuhyun.

Kyuhyun menggeleng.”Tidak.Kupikir sekarang bukan waktu yang tepat.Kau tidak tahu seberapa dinginnya suasana yang tercipta oleh orang-orang bejubah hitam disana.” ujar Kyuhyun.

“Tapi waktu yang kumiliki tidak lama lagi,Kyu.Tolong antarkan aku..” mohon Younghee.

“Terlalu berbahaya!” sahut Kyuhyun.Suaranya meninggi beberapa kali lipat.

“Kau tak harus ikut bersamaku.Kau hanya perlu mengantarkanku kesana.Lalu aku akan melakukan apa yang harus kulakukan,dan aku akan mencari cara untuk mengembalikanmu ke kehidupanmu.” kata Younghee pelan,namun tegas.

Kyuhyun berpikir cepat.”Kau tidak lelah?” tanyanya.

Younghee menggeleng mantap sebagai jawaban.

Setelah menghela nafas,Kyuhyun berjalan kearah yang sebelumnya ia lewati.Dibelakangnya Younghee tersenyum,dan mengikuti langkah Kyuhyun.

****

Mereka telah berdiri dibalik pembatas.Aura dingin mencekam sudah menggerogoti tubuh Younghee dan membuat tangannya gemetar hebat.

Inilah saatnya.Setelah ratusan tahun,langkah Younghee setelah ini akan memulai perjuangannya menuju kebebasan.

Younghee berusaha memantapkan hatinya.Tangannya tidak berhenti gemetar menandakan ia memang sedang sangat gugup dan.. sedikit takut.

Tiba-tiba sesuatu terasa menyelimuti tangannya yang dingin.Telapak tangan Kyuhyun.Walau tak berbeda dari tangan Younghee sendiri,tangan Kyuhyun sedikit demi sedikit serasa menenangkan.

“Kalau kau yakin,lakukanlah.” kata Kyuhyun dengan suara yang sangat pelan.Mata indah itu menatap Younghee dalam.

Younghee mengangguk.Ia melepaskan genggaman tangan Kyuhyun dan mulai melangkah menyelinap ke dalam ruang disana.Yang perlu ia lakukan disini hanya mengintip apa yang sedang dikelilingi para penyihir itu,dan memastikan apakah sesuatu tersebut ada hubungannya dengan rencananya.

Dan yang sempat Younghee lihat adalah sebuah kunci besar berwarna merah berpijar yang dikelilingi penyihir-penyihir itu.Tapi baru itu yang ia tahu,para penyihir yang sepertinya memang sudah sangat ahli itu menyadari keberadaannya.Membuat Younghee benar-benar terpojok.

****

Ia hanya bisa menundukkan kepalanya ketika ia diseret ke penjara bawah tanah,berpikir keras apa yang bisa dilakukannya setelah berhasil tertangkap dengan status ‘penyusup’.

Younghee tidak berusaha melawan.Karena entah bagaimana ia tahu,akan ada kesempatan baginya untuk bertindak.Yang ia khawatirkan hanya nasib laki-laki itu.

“Younghee? Kau mendengarku?” bisik sebuah suara.Akhirnya Younghee mengangkat kepalanya,dan mendapati pemandangan disekitarnya masih sama.Tak ada seorangpun yang mungkin bersuara seperti tadi.

“Kyu?” Younghee bertanya dalam hatinya.

“Iya,ini aku.” jawab suara itu.

Younghee menelan ludah yang sejak tadi tercekat ditenggorokannya.

Apa dirinya sedang berhalusinasi? Tapi suara itu begitu nyata dan terdengar seolah suara itu memang menjawab Younghee.

“Younghee?” panggil suara itu lagi yang Younghee pikir mirip suara Kyuhyun.

“Kyuhyun? Kau sungguh Kyuhyun?”

“Ne.Sekarang kau ada dimana?”

“Aku dibawa ke penjara bawah tanah..” jawab Younghee lesu.

“Apa? Baru mulai sudah tertangkap saja?”

“Memangnya kau pikir ini hal yang mudah? Dan.. bagaimana kau bisa melakukan ini? Maksudku.. ‘menghubungiku’ seperti ini?” tanya Younghee dalam batinnya.

“Aku menemukan mantranya.Aku tidak menyangka ada mantra seperti ini di buku sihir.”

Alis Younghee berkerut samar.Buku? Buku sihir? Bukankah seharusnya buku itu tertinggal dirumah Eunhye? “Buku? Buku apa?”

“Buku sihir yang itu,tentu saja.”

Sebersit rasa curiga mulai muncul di benak Younghee.”Tidak,tidak mungkin.Buku itu tak mungkin ada disini.Kecuali jika kau berhasil menyusup kekerajaan Tenebris dan mencurinya karena buku itu hanya milik kerajaan Tenebris.” Younghee berhenti sejenak.Entah apa yang meyakinkannya,ia berpikir orang ini bukan Kyuhyun.”Siapa kau sebenarnya?”

“Aku? Aku Kyuhyun,tentu saja.Kau ini kenapa?”

“Bohong.Jangan permainkan aku.Kyuhyun tak pernah seramah ini padaku.Cepat beritahu aku siapa kau sebenarnya!”

Setelah Younghee menjawab demikian,tidak terdengar suara apapun lagi.Tanpa sadar ia sudah berada didalam penjara.Sendirian.

Jendela jeruji kecil disisi kanan ruang penjara yang tadinya hanya membiarkan cahaya remang-remang dari bulan masuk,kini justru cahaya merah membara yang memancar.

Agak panik,Younghee memasang posisi sigap dan merapat ke tembok.Dalam situasi kerajaan yang seperti ini,tidak menutup kemungkinan dirinya akan diserang.

“Mau apa kau datang kesini?”

Younghee mencari-cari sumber suara itu.Namun ia tak menemukan apapun.Mungkin suara gaib itu ada hubungannya dengan cahaya merah diluar jendela.Kemugkinan besar pihak iblis dan roh-roh jahat sedang mengawasinya.

“Hahaha, putri kerajaan Lux akhirnya datang juga.” Terdengar suara yang menggema.

Younghee mulai ketakutan. Ia kenal suara ini. Dan ini adalah kali kedua Younghee mendengar panggilan yang membuatnya bingung. Putri kerajaan Lux?

“S-si-siapa itu?” tanya Younghee.Tangannya mencengkram pijakan batu di dinding sampingnya.

“Hahaha,jangan pura-pura bodoh putri.Kau pasti masih mengingatku.Akulah yang menanamkan kutukan padamu.”

Cahaya merah membara yang berpijar dari jendela jeruji kecil itu makin besar dan akhirnya digantikan oleh sosok seseorang berjubah hitam yang menyeringai dari balik tudung kepalanya.

Younghee hampir saja menangis.Orang ini mengingatkannya pada peristiwa itu.Peristiwa disaat terakhir kali ia melihat Ibunya dan sihir itu membelenggunya.

“Apa yang kau inginkan?” tantang Younghee.Ia memberanikan diri untuk maju satu langkah kedepan.

Sosok berjubah hitam itu mengangkat kepalanya,menatap Younghee dengan sombongnya.Tatapannya seakan menyatakan ‘Dasar bocah tengik.Memangnya bisa apa kau?’

“Yang kuinginkan? Tidak putri,aku tidak menginginkan apapun. Aku hanya menjalankan perintah.” jawabnya.

“Aku bukan putri.” sahut Younghee.

“Oh ya? Gadis yang tak pernah melihat ayahnya ini tahu apa?”

Sebelum Younghee sempat merespon,orang itu mengangkat tangannya dan mengarahkan telapaknya kepada Younghee.Sinar merah itu kembali berpijar,walau hanya sesaat.

Sosok berjubah hitam tersebut menurunkan tangannya.Bibirnya yang sebelumnya mengeluarkan seringaian,langsung berubah terkejut. “Ada apa ini? Kenapa sihirnya tidak bekerja?”

Sementara orang itu sibuk mengulang mantranya yang tak kunjung memberikan efek pada Younghee,Younghee sendiri terus berpikir.Apakah barusan sihir itu tak mempan terhadap dirinya? Tapi mengapa?

Sekelebat ingatan mengenai mantra penidur yang terakhir kali dibacakannya untuk Eunhye,membuat Younghee sadar akan sesuatu.

Mantra yang baru saja dibacakan si jubah hitam itu hampir sama dengan mantra penidur,meskipun sepertinya sedikit berbeda.

Sebuah pemikiran yang cukup masuk akal tiba-tiba muncul dikepala Younghee. Bukankah tadi tulisan itu mengatakan,mantra yang ia bacakan untuk Eunhye adalah mantra untuk kembali kesini lewat alam bawah sadar? Dan Younghee sendiri telah membacakan mantra itu untuk dirinya sendiri demi kembali ke masa ini.

Benar,mana mungkin mantra itu bisa menidurkan orang yang sesungguhnya memang sudah tertidur? Satu lagi yang membuat Younghee sedikit memiliki harapan lebih,kalau memang raganya yang masih tertidur dirumah Eunhye,ketentuan bahwa tubuhnya akan kembali menjadi patung setelah 24 jam sudah tidak berlaku disini.Berarti setidaknya Younghee mempunyai banyak waktu.

Perasaan lega dalam hati Younghee membuat pikirannya jernih.Sebuah mantra yang dulu sekali pernah dipelajarinya dan hanya ada di kerajaan Lux,ia rapalkan.Mantra pembuka segalanya.

Jeruji ruang penjara itu terbuka.Segera saja Younghee berlari keluar.Ia terus berlari.Terus,terus,dan terus.Yang paling penting untuk saat ini adalah melarikan diri sejauh-jauhnya dari lingkup kerajaan Tenebris,barulah ia akan memikirkan rencana selanjutnya.

~

Younghee kembali lagi ketempatnya semula.Tempat dimana ia bertemu Kyuhyun.

Saat teringat pada laki-laki itu,pikiran Younghee terarah pada saat ia mendengar suara ketika dirinya sedang dibawa ke penjara bawah tanah.

Kyuhyun yang ia temui disini,Kyuhyun yang bicara padanya waktu itu,sebenarnya laki-laki itu benar-benar ada disini atau tidak?

Younghee berpikir keras.Mungkinkah mata-mata dari kerajaan Tenebris telah melihat dirinya dan Kyuhyun hingga mereka berusaha mengelabui Younghee dengan mengaku sebagai Kyuhyun?

Atau yang lebih buruk,Kyuhyun yang memeluknya tadi itu juga penjelmaan dari roh jahat?

Tidak. Tidak mungkin. Insting yang ada dalam diri Younghee yakin laki-laki yang memberinya semangat dan menggenggam tangannya tadi adalah Kyuhyun yang asli.

Lagi-lagi Younghee dibuat sadar akan sesuatu. Tadi Kyuhyun mengatakan dia tertidur  saat dirumah Eunhye,dan begitu terbangun ia sudah berada disini? Jadi gadis bernama Eunhye itu membacakan mantra yang sama untuk Kyuhyun dengan yang ia bacakan untuk Eunhye juga?

Kepala Younghee terasa berdenyut-denyut. Hampir saja ia mau pingsan kalau saja suara itu tak terdengar lagi. Tidak, bukan suara berat menggema disertai cahaya merah, tapi suara yang memanggil namanya berkali-kali.

“Younghee!!.. Kau dimana?” Suara yang terdengar sangat dipaksakan itu terasa semakin mendekat.

Younghee memutuskan untuk melangkahkan kakinya mencari sumber suara itu. Suara yang ia yakini sama dengan suara Kyuhyun.

“Younghee! Cepat jawab aku! Barusan kau berlari kemana?!”

“Aku disini!” Younghee langsung menyahut begitu sosok Kyuhyun terlihat lagi tak jauh darinya. Sama seperti sebelumnya, laki-laki itu tampak kusut dan kelelahan.

“Biarkan aku menginterogasimu dulu.” Younghee menyilangkan tangannya didada begitu berhadapan dengan Kyuhyun.

Kyuhyun mengerutkan keningnya. “Yak! Apa-apan kau?! Bagaimanapun aku tetap majikanmu! Beraninya kau berbicara seperti itu! Menginterogasi? Cih,untuk apa?!” Kyuhyun mengamuk.

Younghee tidak mau percaya begitu saja. Ia mengamati dengan teliti. “Apa yang alasanmu saat memberiku pakaian ini?” tanyanya.

“Cish, untuk apa aku menjawabnya?” Kyuhyun langsung kesal dan mengurungkan semua niatnya untuk menanyakan bagaimana dengan rencana Younghee. Mood nya rusak sudah karena gadis ini sepertinya sudah gila.

“Ayo jawab.” desak Younghee.

“Sudah berlari meninggalkanku dan membuatku harus mengeluarkan banyak tenaga untuk mengejarmu,masih berbicara tidak sopan? Waktu itu aku membelinya dan tidak tahu harus diberikan pada siapa, jadi kuberikan padamu. Kau puas?” Kyuhyun merengut.

Younghee meraba-raba wajah dan bahu Kyuhyun untuk memastikan Kyuhyun yang ini benar-benar manusia tulen.

“Ya,ya,yak! Tidak sopan!”

Bibir Younghee melengkung membentuk senyuman. Itu sudah cukup. Ia yakin orang ini adalah Kyuhyun.

“Kau benar-benar Kyuhyun,kan?” tanya Younghee.

“Dasar gadis gila.” Kyuhyun memandang Younghee heran.

Younghee tertawa kecil. “Bagus. Itu jawaban paling tepat yang akan dikeluarkan Kyuhyun untukku.”

Kyuhyun menghela nafas. Mungkin gadis ini terlalu banyak berpikir sampai mengira aku adalah orang lain, pikir Kyuhyun. “Lebih baik cepat kau jelaskan padaku bagaimana rencanamu berjalan dan mengapa kau sempat mengira aku bukan Kyuhyun. Dasar, tidak tahukah kau nama itu sudah ku-sandang sejak lahir?” katanya pada Younghee.

Mereka duduk dibawah sebuah pohon, yang kini serasa sudah mati walau jelas-jelas daunnya masih berwarna hijau. Mungkin karena pengaruh roh jahat, pohon ini enggan untuk terus hidup.

Younghee duduk sambil memeluk lututnya menghadap Kyuhyun. Kyuhyun sendiri mulai serius ingin mendengarkan apa penjelasan Younghee.

“Aku belum sempat melakukan apapun.” kata Younghee singkat.

“APA?!”

“Diam! Jangan keras-keras. Bisa-bisa kita ditangkap..” Younghee mengangkat jari telunjuknya untuk menyuruh Kyuhyun mengecilkan suaranya.

“Aish, dasar bodoh. Kau sendiri kan yang bilang kalau waktumu tidak banyak?” Kyuhyun gusar.

“Tidak waktuku tidak terbatas. Aku yakin.”

Kyuhyun mengerutkan keningnya lagi. “Bagaimana kau bisa seyakin itu?”

“Cih,makanya kalau tidak tahu jangan asal bilang aku bodoh.” cibir Younghee.

“Aish, cepat jelaskan. Tak usah berlagak pintar.” kata Kyuhyun kesal.

“Gadis itu telah membacakan mantra penidur untukmu. Saat itu aku juga membacakan mantra penidur yang sama pada Eunhye untuk berjaga-jaga. Begitu aku membacakan mantra dihadapan cairan sihir itu sesuai yang tercantum di buku sihir, disana tertulis, bahwa mantra itu bukan mantra penidur yang sesungguhnya. Mantra itu memang didasarkan pada mantra penidur, namun sesungguhnya mantra itu digunakan untuk kembali ke masa kerajaan ini melalui alam bawah sadar.

“Jadi kalau Eunhye membacakan sandi itu padamu, berarti dia sendiri pun belum pernah mencoba membangkitkan sandi yang tertanam dalam dirinya sendiri. Kalau dia tahu mantra penidur yang sesungguhnya, untuk apa dia malah membacakan mantra yang membawamu kesini?

“Sekarang,hanya aku yang tahu cara untuk memusnahkan sihir yang mengikatku ini. Kau belum berubah pikiran untuk membantuku, kan?” tanya Younghee pada Kyuhyun yang sejak tadi sangat serius memperhatikan perkataannya tanpa menyela sedikitpun.

“Tentu saja tidak.” jawabnya yakin. “Hey, kau belum menjawab pertanyaanku yang kedua. Kenapa kau mengira aku bukan Kyuhyun dan berniat menginterogasiku?” tanya Kyuhyun dengan tatapan tajamnya.

“Oh itu. Saat aku dibawa menuju penjara bawah tanah setelah aku tertangkap basah, aku mendengar suaramu yang berbicara padaku. Nada bicaramu jauh lebih halus dari biasanya, dan kau bilang kau mendapat mantra untuk menguhubungiku lewat telepati dari buku sihir. Padahal buku itu tertinggal dirumah Eunhye. Jadi pasti ada roh jahat yang membuntuti kita dan menyamar menjadi dirimu untuk mengelabuiku.” kata Younghee.

“Bodoh.” Kyuhyun langsung bangkit,menarik tangan Younghee,kemudian mereka berlari lagi ke arah yang lebih jauh dari wilayah kerajaan Tenebris.

~

“Ada apa??” Younghee bertanya penasaran. Mereka sudah tiba ditempat yang lebih jauh. Walaupun bingung mengapa Kyuhyun tiba-tiba menariknya, Younghee tetap akan percaya Kyuhyun tak sembarangan.

Kyuhyun mengatur nafasnya. Kemudian ia berkata dengan kesal, “Bodoh. Kenapa kau bodoh sekali?! Kalau kau tidak bisa memastikan apakah roh-roh itu mengikuti kita atau tidak, kenapa kau mengatakan segalanya terang-terangan?! Bisa-bisa mereka mendengarnya dan menangkap kita!”.

Younghee menelengekan kepalanya. Benar juga, pikirnya.

“Sekarang apa yang bisa kita lakukan untuk melanjutkan misi mu?” tanya Kyuhyun pada Younghee.

Sambil memutar-mutar otaknya, Younghee menyilangkan kedua tangannya. “Kau bisa beritahu aku cara yang cukup baik untuk menyusup dengan aman kesana?” Younghee menanyakan pendapat Kyuhyun.

“Kau ini menyusahkan saja.” Kyuhyun mengumpat. “Kalau disini ada Doraemon, pasti akan jauh lebih mudah.”

“Doraemon?” Younghee teringat film kartun yang pernah diputarkan ahjussi pemilik toko tempatnya tinggal sebelumnya untuk anaknya yang masih kecil. “Kartun robot berwarna biru itu, kan?”

Setelah sadar kalau Younghee jarang atau mungkin tidak pernah menonton televisi, Kyuhyun baru mengerti alasan Younghee tidak terlalu kenal kartun Jepang itu. Sebagai jawaban, Kyuhyun mengangguk.

“Waktu itu aku pernah lihat sedikit film-nya. Yang kuingat, ada anak laki-laki yang berniat menyusup ke suatu pasukan—aku tidak tahu apa itu, dengan memakai seragam yang sama. Dengan kata lain, penyamaran.” ujar Younghee.

Hebat, aku saja tak pernah melihat episode yang itu, batin Kyuhyun sambil menatap Younghee heran. “Lalu apa ide-mu?”

“Penyamaran, Kyu. Kau tidak sadar semua penghuni kerajaan Tenebris yang kau lihat tadi memakai jubah hitam dari kepala sampai kaki? Matanya saja sampai tertutup, berarti kita tak akan tertangkap dengan mudah jika memakai jubah yang sama.” jelas Younghee berapi-api.

Kyuhyun berpikir sebentar. Tidak buruk. “Tapi dimana kita bisa mendapatkan jubah yang menganggur di negeri antah berantah ini?”

“Ikuti aku.” kata Younghee. Ia mulai berjalan diikuti Kyuhyun dibelakangnya. “Kita bisa cari kain hitam di rumah-rumah bekas hunian kerajaan Lux. Pasti ada.”

~

“Ohh.. Beruntungnya kita..” ucap Younghee penuh syukur ketika ia menemukan dua buah jubah hitam didalam salah satu rumah yang mereka masuki. “Ini, pakai ini. Tutupi seluruh tubuhmu dan matamu.” Younghee melempar sebuah jubah pada Kyuhyun.

Kyuhyun memandang ragu pada jubah yang ada ditangannya. “Kau yakin rencana ini akan berhasil?” tanyanya.

“Ya ampun, aku tidak percaya kau sepenakut ini. Yang penting usahakan tidak bersikap mencurigakan dan terus tutupi matamu.” tegas Younghee. Ia merasa yakin rencana ini tidak buruk.

Ia memakai jubahnya dan mengikatnya dileher, dibawah tudung yang sudah menutupi kepala hingga matanya.

Kyuhyun mengikuti cara Younghee memakai kain hitam ditangannya. Agak aneh memang, karena selama hidupnya ia tak pernah harus berjalan jauh dengan jubah yang menutupi hampir seluruh tubuhnya. Apalagi dengan rasa gugup juga khawatir akan apa yang mungkin terjadi.

“Ayo kita mulai.” Younghee menatap keluar sana, memantapkan hati dan rencananya.

Namun Kyuhyun masih berdiri diam dibelakang Younghee sambil menatap ngeri ke pemandangan diluar sana. Ia harap tindakannya akan sangat berguna bagi kehidupan kerajaan ini jika saja ini adalah hari terakhirnya.

“Jangan ragu, cepat ikuti aku!” seru Younghee.

Kyuhyun menarik nafas dalam-dalam lalu menghembuskannya. Baiklah, ia sudah memutuskan tempo hari kalau ia akan membantu gadis ini. Ia melangkah kedepan, mengikuti langkah Younghee.

Dua orang berjubah hitam itu berjalan beriringan. Kini apapun yang melihat mereka, tak akan tahu ada siapa didalamnya dan apa yang mereka rencanakan.

The fight will starts here.

TBC

Advertisements

6 thoughts on “Destroy the Magic [Part 3]

  1. annyonghaseo
    aku reader baru disini salam kenal #membungkukan badan 🙂
    aku suka sama ceritannya jarang banget ada cerita ff kaya gini
    biasanya ceritaffitu tentang kisah cinta segitiga atau patah hati
    tapi cerita ini berbeda dan menarik 🙂
    aku tunggu kelanjutannya ya janganlama-lama ok ok ok 😀 😀 😀 😀 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s