The Evil Partner [Part 1]

Cast : Han Jaemi, Cho Kyuhyun, etc~~

Notes : ._. Destroy The Magic belom selesai, tapi aku nekat banget nge post ff baru lagi._. Haha, Destroy The Magicnya terus berlanjut kok, walaupun gak bakal ada yang nungguin-_- ff ini juga udah ditulis sampe part 2, sebagai pelarian dari ff DTM xD

***

Author POV

‘GUBRAK!’ suara bangku terjatuh memecah keheningan di kelas.

Semua mata menoleh ke belakang.Tak terkecuali seonsaeng Kim,guru yang tengah mengajar di kelas itu.Beberapa anak tertawa dan sisanya hanya memandang jijik kearah murid perempuan yang sedang meringis kesakitan di bangku paling belakang itu.

“Auuhh.. Mianhamnida.Jangan pedulikan aku.Lanjutkan saja pelajarannya..” kata murid perempuan tersebut.

Seonsaeng Kim menghela napas heran melihat anak itu.”Apa yang kau lakukan sampai terjatuh seperti itu,Jaemi? Kau sudah sering sekali mengganggu jalannya pelajaran.” kata seonsaeng Kim kepada anak bernama Jaemi itu.

Yang diberi pertanyaan hanya tersenyum bodoh sambil berkata “Sekali lagi aku minta maaf.Kalau perlu aku akan keluar.”.Setelah berkata seperti itu Jaemi berjalan keluar kelas dan bersandar di dinding.Tak ada seorangpun yang melarangnya keluar kelas.

Setelah itu,pelajaran kembali berjalan dengan normal.

“Bodoh sekali.” gumam seorang laki-laki,tertuju pada Jaemi.

~

Bunyi bel yang selalu membuat seluruh siswa-siswi di sekolah itu berjingkrak senang telah berbunyi.Beberapa anak yang sudah merapikan seluruh barangnya sebelumnya sudah melesat keluar kelas.Berbeda dengan yang lain,Jaemi berjalan lesu ke dalam kelas.Dia benci waktu pulang sekolah karena setelah ini dia akan masuk ke dalam neraka dunia.Neraka dunia itu maksudnya rumahnya sendiri.Tepatnya kamarnya.

Kamarnya sangat suram dan Jaemi sendiri bingung bagaimana membuat kamar itu bisa terasa nyaman.Dia sering mengecat ulang dinding kamarnya,memindah-mindahkan perabotnya,memasang lampu-lampu lucu,tapi tetap saja kamarnya membuatnya merasa berada di kamar mayat.Belum lagi debu-debu yang entah darimana selalu muncul walaupun Jaemi sudah membersihkan kamarnya.

Selain kamarnya,hal yang membuat Jaemi merasa rumahnya adalah neraka adalah Ibunya.Ibu tirinya.Dia benci Ibu tirinya.Setiap hari kerjaannya menghabiskan uang ayahnya untuk belanja atau membeli perhiasan-perhiasan yang padahal sudah memenuhi lemari wanita itu.Tidak pernah masak,memperlakukan Jaemi seperti pembantu saat ayahnya tidak ada dan bersikap manis didepan ayahnya.Itu membuat Jaemi kesal setengah mati.

Jaemi sendiri yang dikenal ‘buruk’ di sekolahnya adalah gadis yang selalu santai dan membenci hal-hal mewah.Yang selalu ada dipikirannya saat melihat teman-teman di kelasnya sedang memamerkan barang barunya yang sudah pasti mahal adalah ‘Buang-buang uang saja.Lebih baik uang nya dipakai untuk membeli makanan.’

Kata ‘buruk’ yang selalu terpajang di belakang nama Jaemi karena sikapnya sendiri.Setiap hari rambutnya hanya di kuncir asal-asalan,tidak pernah memakai perhiasan apapun –yang disekolahnya orang seperti ini dianggap kuno–,selalu asal bicara,suka makan –walaupun tubuhnya tetap kurus–,dan sepertinya rasa malunya hanya sedikit.

Jaemi merapikan mejanya.Sambil memasukkan buku-buku dan alat tulisnya,mata Jaemi tertuju pada seorang laki-laki yang duduk di depan yang sedang memasukkan buku-buku supertebal miliknya dengan sangat tenang.

Kelas mulai kosong,menyisakan Jaemi dan anak laki-laki itu.Jaemi benar-benar memperhatikan gerak-gerik orang itu.Sebenarnya biasa saja,hanya sedikit lebih tenang.Tenang,bukan pelan.

“Mungkin setiap orang jenius akan bersikap tenang seperti dia..” gumam Jaemi pelan,berusaha tidak terdengar sama sekali.

Jaemi tidak juga beranjak sampai laki-laki itu menggendong tas nya dan menatap Jaemi datar.Tidak ada ekspresi dan hanya sepersekian detik ,setelahnya orang itu melangkah keluar.

Tubuh Jaemi diam tak bergerak.Ia merasakan sesuatu yang aneh setelah mendapat tatapan itu.Dengan tatapan kosong Jaemi akhirnya menggendong tas nya dan berjalan meninggalkan kelas.

Hari ini Jaemi memutuskan untuk pulang jalan kaki saja,walaupun jarak dari sekolah ke rumahnya tidak bisa dibilang dekat.Ia memilih jalan kaki karena bisa-bisa dia lupa turun dari bus karena terlalu sibuk dengan pikirannya.Pikirannya melayang memikirkan identitas laki-laki yang sangat hemat berbicara itu.

Cho Kyuhyun,siswa teladan yang selalu menduduki peringkat satu tanpa tergeser sekalipun.Dia jarang berbicara kecuali benar-benar di perlukan dan wajahnya hampir selalu datar tanpa ekspresi.Tapi herannya semua siswa laki-laki di kelas Jaemi sering terlihat jalan bersamanya.Memangnya apa yang asik darinya,orang jarang membuka mulut seperti itu.

Yang Jaemi tahu,Kyuhyun akan pergi ke perpustakaan setiap waktu istirahat.Semua guru tahu itu dan itulah yang membuat semua guru menyayangi dan selalu membelanya.

Padahal itu hanya diluar saja.Jaemi atau siapapun tidak tahu bagaimana Kyuhyun yang sesungguhnya.

Hampir seluruh siswa di kelas sudah mengaku jika mereka sekelompok dengan Kyuhyun untuk mengerjakan tugas,pada ujungnya laki-laki itu yang akan mengerjakannya sendiri.Itu membuat Jaemi kagum sekaligus kesal.Kenapa dia tidak pernah di tempatkan sekelompok dengan Kyuhyun? Kalau itu terjadi kan Jaemi bisa santai dan tidak perlu repot-repot mengerjakan tugas dan tetap mendapat nilai.

~

Setelah perjalanan yang terasa hanya beberapa detik bagi Jaemi menuju rumahnya,akhirnya ia sampai dan membuka pintu depan rumahnya.Begitu Jaemi melongokkan kepalanya ke dalam,pemandangan yang membuatnya naik darah sampai ingin sekali berlari ke UGD dan berbaring menenangkan diri.

‘Ibu’nya sedang duduk di sofa dengan nyamannya sambil membaca majalah,yang setahu Jaemi adalah majalah promosi kosmetik atau baju keluaran terbaru yang sudah pasti mahal.

Jaemi masuk dengan wajah tertekuk dan dengan sengaja ia membanting pintu hingga tertutup dan membuat Ibunya terlonjak.

“Ck! Apa yang kau lakukan,Jaemi! Mengagetkan orang saja!” bentak Ibunya.Jaemi tidak merespon kemudian melenggang menuju kamarnya.Dia semakin kesal melihat tampang wanita dengan lipstick merah tebal itu.

“Hei! Tidak baik mengacuhkan orang tua yang sedang berbicara,nona!” sindir Ibunya ketika melihat anak tiri nya itu menaiki tangga.

Jaemi berhenti melangkah dan menoleh ke arah Ibunya yang sudah menyilangkan kedua tangannya.”Cih,kau benar sekali.Kau memang orang tua.” katanya singkat.Ia kembali melangkahkan kakinya ke lantai atas tanpa mempedulikan ocehan Ibunya.

Begitu sampai di kamarnya,Jaemi melemparkan tas nya begitu saja ke pojokan kamar.Dia mendengus kesal.”Aku benci dia.” entah sudah berapa kali ia mengatakan itu.

‘TOK TOK TOK!’ ketukan keras yang datang dari pintu kamarnya yang sudah terkunci membuat Jaemi semakin kesal hingga melemparkan bantal ke pintu kamarnya.

“Penghuni sedang ada urusan.Tekan satu untuk meninggalkan pesan!” teriak Jaemi,bermaksud mengusir seseorang –yang sudah pasti Ibunya– yang mengetuk pintu kamarnya dengan sangat tidak sopan.

“Buka pintunya!” sahut suara dari luar pintu.

Jaemi akhirnya beranjak dari tempat duduknya karena tidak tahan dengan suara ketukan keras yang berisik itu.Saat pintu terbuka,setumpuk baju-baju kotor menutupi pandangannya.

“Cuci itu semua.Ini sebagai hukuman karena kau menghina Ibu mu.” kata Ibunya tegas sambil berlalu begitu saja.

Jaemi sudah menggeram saking kesalnya.Namun tetap saja dia laksanakan perintah itu.

***

Alarm sudah berbunyi lima menit yang lalu,tapi Jaemi belum juga bangun dari alam mimpinya.Sampai sekitar dua menit berikutnya,baru mata Jaemi terbuka dan langsung membelalak ketika otaknya memberitahu bahwa hari sudah terlalu siang untuk berangkat ke sekolah.

“Terlambaaattt!!!” Jaemi melompat dari tempat tidurnya lalu mandi dan bersiap secepat yang ia bisa.

Sepuluh menit setelahnya Jaemi siap berangkat sekolah.Ia berlari menuruni tangga dan menembus segala yang mengahalanginya.Meski ini bukan pertama kalinya ia terlambat,tapi Jaemi tidak mau sampai disuruh membersihkan dan merapikan lab biologi menyeramkan itu lagi,lengkap dengan alat peraga yang benar-benar seperti ingin mengejarnya.

~

“BERDIRI DI LUAR!” perintah seonsaeng Kim.Sudah hampir menjadi rutinitas untuk mengatakan itu pada Jaemi.

Jaemi tidak bisa membantah karena memang dia sudah terlambar lebih dari dua puluh menit.Dengan kelapa tertunduk Jaemi keluar dari kelas dan berdiri di koridor.Lama-lama ia menjadi sangat terlatih untuk berdiri selama berjam-jam.

Jaemi terus menundukkan kepalanya sampai suara itu keluar lagi,walaupun dengan nada yang lebih rendah.”Maaf Kyuhyun,tapi kau terlambat dan kau harus berdiri di koridor selama jam pelajaran Ibu.” kata seonsaeng Kim.

“Aku mengerti.” jawab suara satunya lagi.

Kemudian seorang laki-laki keluar dari kelas dan berdiri di samping Jaemi.Jaemi melongo bingung,benarkah seorang Cho Kyuhyun bisa terlambat lebih dari dua puluh menit?

Mata Kyuhyun terlihat sangat mengantuk hingga memiliki kantung hitam dan ia tak henti-hentinya menguap.Jaemi ingin sekali bertanya mengapa ia bisa sampai seperti itu,tapi Jaemi selalu tidak berani berbicara dengannya.

Tapi karena penasaran dan merasa perlu sesekali berbicara dengan Kyuhyun,Jaemi mencoba membuka mulut.”T-tidak biasanya kau terlambat.” akhirnya itulah yang keluar dari bibir Jaemi.

Kyuhyun menguap sekali lagi.Lalu hanya dengan satu kata,ia menjawab,”Lelah.” Itu membuat Jaemi mengerutkan dahinya bingung.

“Lelah? Karena belajar? Mengerjakan tugas? Memangnya ada tugas?” gumam Jaemi dengan pertanyaan-pertanyaannya.

Jaemi sudah membuka mulutnya untuk bertanya lagi,tapi begitu melihat laki-laki yang ada disampingnya,Jaemi mengurungkan niatnya.Kyuhyun tertidur dengan posisi berdiri dan bersandar pada tembok.

“Wajahnya terlihat lelah sekali.Sebenarnya apa yang dilakukannya semalam? Jangan-jangan… jangan-jangan dia menonton video yadong!” PLAK. Jaemi menampar pipinya sendiri.Buru-buru ia hilangkan pikiran negatif nya.”Sepertinya dia bukan orang seperti itu..”

Kepala Kyuhyun yang tertunduk tiba-tiba tersentak dan ia membuka matanya.Jaemi segera mengalihkan pandangannya dari wajah Kyuhyun.Ia sedikit salah tingkah karena sempat ketahuan menatap Kyuhyun.

Kyuhyun terkekeh,lalu dengan nada setengah mengejek ia berkata “Kenapa?”

“Tidak.” sahut Jaemi singkat.Mendapat tanggapan dari Kyuhyun saja sudah membuatnya berdebar-debar.Tapi untuk memuaskan dirinya yang ingin berbicara lebih banyak dengan laki-laki ini,Jaemi membuka percakapan lagi.”Lelah kenapa?”

Kyuhyun menguap lagi,mengucak-ngucak matanya baru menjawab singkat “Bermain game.”

Doweng.

“Orang sepertimu masih bisa bermain game?!?! Kupikir yang kau lakukan setiap hari adalah belajar?!” akhirnya kegugupan Jaemi hilang seketika karena terlalu terkejut.

“Aku hanya belajar sebentar setiap harinya.Kau,berhentilah bertanya.Kau mengganggu tidurku.” ketus Kyuhyun.Ia kembali memejamkan matanya dan bersandar dengan tenang.

Jaemi mendengus kesal.”Siapa suruh menjawab setiap pertanyaanku.” cibirnya.

Sudah tidak ada tanggapan lagi.Kali ini Kyuhyun benar-benar sudah tidur walaupun dalam posisi yang sangat tidak nyaman.Jaemi ikut bersandar di samping Kyuhyun.Pikirannya mulai dipenuhi tentang seberapa jarangnya saat-saat seperti ini terjadi.Berdiri berdua dengan Kyuhyun di lorong yang sepi dan berbicara dengannya.

Tiba-tiba seonsaeng Kim muncul dari balik pintu kelas.”Ayo masuk.Ibu akan mengumumkan sesuatu.” katanya.

Kyuhyun tak bergeming,sedangkan Jaemi melangkah perlahan sambil menimbang-nimbang apakah ia akan membangunkannya atau tidak.

Akhirnya Jaemi menepuk bahu Kyuhyun dengan hati-hati.Perlahan Kyuhyun terbangun,dan langsung mengangkat kepalanya menatap Jaemi.Yang ditatap langsung memberikan isyarat untuk masuk ke dalam kelas dengan menunjuk-nunjuk seonsaeng Kim di pintu.

Setelah Kyuhyun dan Jaemi masuk dan duduk di tempat masing-masing,seonsaeng Kim memulai pengumumannya.”Untuk nilai tugas akhir kalian,Ibu punya beberapa tugas yang harus kalian kerjakan,yang tentunya bertema Elektronika.” seonsaeng Kim mengambil jeda sebentar.Ia tahu benar ini sama sekali bukan hal yang menyenangkan bagi murid-muridnya.Hampir semua dari mereka sudah merengut kesal.

“Kalian harus membuat rangkaian lampu yang dimodifikasi sesuka kalian.Ibu melarang untuk hanya membuat lampu kedap-kedip atau lampu-lampu yang biasa.Buat kata atau gambar dengan nyala lampu.Segera siapkan dan Ibu yang akan menyiapkan bahannya.Waktu kalian untuk mengerjakannya adalah tiga minggu.” lanjut wanita paruh baya berkacamata itu.”Ada yang ingin bertanya?”

Tidak ada yang merespon.Semua masih kesal karena harus mengerjakan tugas yang menjadi mata pelajaran paling dibenci.

“Oh iya,tugas ini dilakukan berpasangan.Kalian bebas memilih pasangan kalian.” tambah seosaeng Kim.Seketika wajah para murid di dalam kelas itu melunak dan seketika kelas menjadi ribut oleh suara-suara rempong(??) memilih pasangan.

Meja Kyuhyun yang berada paling depan langsung penuh dengan anak-anak yang mengantre ingin menjadi partner nya.Sedangkan Kyuhyun sendiri sudah terlelap kembali setelah mendengar pengumuman barusan.

Jaemi yang duduk paling belakang justru tampak terlupakan.Tidak ada yang berniat sepasang dengannya karena semua tahu Jaemi tidak mengerti apa-apa mengenai Elektronika.

Tepukan ganda seonsaeng Kim langsung menghentikan kesibukan para siswa.”Hey,kalian.Kembali ke tempat kalian masing-masing.” kata seonsaeng Kim pada kerumunan yang mengerubungi Kyuhyun.

Seonsaeng Kim menepuk pelan meja Kyuhyun untuk membangunkannya.Dengan lembut ia bertanya “Kyuhyun,kau ingin berpasangan dengan siapa?”

Semua murid tampak mual mendengar kata-kata lembut yang selalu hanya terlontar untuk Kyuhyun itu.

Kyuhyun hanya membuka matanya sedikit dan menjawab “Tolong pilihkan untukku, Kim seonsaengnim.”.Tangannya terangkat untuk menopang dagunya.

Seonsaeng Kim mengedarkan pandangan untuk mencari pasangan yang tepat.Untuk sepersekian detik matanya terarah pada Jung Eunhwa,siswi cerdas yang menempati ranking kedua setelah Kyuhyun di kelas itu.Tapi kemudian seonsaeng Kim berubah pikiran karena merasa terlalu tidak adil memasangkan dua orang yang terlanjur pintar.

Akhirnya seonsaeng Kim menemukan pilihan yang tepat.Yeoja yang duduk di belakang yang sedang melamun menjadi perhatiannya.”Han Jaemi.” seonsaeng Kim menyebut namanya dihadapan Kyuhyun.”Bagaimana?” tanyanya meminta pendapat Kyuhyun.

“Mmm..” Kyuhyun hanya bergumam,entah mengiyakan atau menolak.Tapi seonsaeng Kim menganggap itu adalah pernyataan iya.

Maka seonsaeng Kim menetapkan Kyuhyun berpasangan dengan Jaemi.Tentu saja ia punya alasan untuk itu.Jaemi adalah anak yang menempati peringkat ketiga dari bawah dari seluruh murid di kelas nya.Pasti akan sangat membantu jika ia dipasangkan dengan Kyuhyun yang sudah tak diragukan kemampuan otaknya.

“Aku?” Jaemi menunjuk dirinya sendiri dengan tidak percaya.Hal yang baru saja ia pikirkan kemarin ternyata malah terkabul hari ini juga.

“Iya,Jaemi.Kau tidak mau? Sayang sekali kalau kau menolak.” goda seonsaeng Kim.

“A,a,aniyo.. Hanya.. Apa Ibu tidak salah? Masa anak bodoh sepertiku berpasangan dengannya?” Jaemi memaksakan dirinya untuk menyebut ‘anak bodoh’.

“Dalam belajar justru hal itulah yang sangat penting.Kalian bisa sekalian belajar dan Kyuhyun mungkin bisa membantumu jika ada kesulitan.” senyum seonsaeng Kim.

Jaemi tidak menjawab lagi.Ia masih berpikir mengapa Kyuhyun setuju-setuju saja dengan keputusan itu.Jaemi pikir bukan hal yang menarik memiliki partner seperti dirinya sendiri.

Seonsaeng Kim menunduk dan menyejajarkan wajahnya dengan Kyuhyun,karena ada hal yang ingin dibicarakannya mengenai Jaemi.

Dengan setengah berbisik guru gaul itu berkata pada Kyuhyun,”Kau benar-benar tidak keberatan,kan? Ibu minta tolong agar kau mau membantu Jaemi untuk belajar juga.Nilainya benar-benar memprihatinkan.Ibu akan menambah nilaimu lagi jika kau bersedia melakukannya.”.Walaupun seonsaeng Kim tahu tidak ada yang perlu ditambahkan pada nilai Kyuhyun,beliau tetap berkata demikian.

“Hmmm…” lagi-lagi Kyuhyun hanya bergumam.Dan akhirnya seonsaeng Kim benar-benar mempercayakan Jaemi pada Kyuhyun.

Jaemi yang masih sibuk dengan pikirannya yang kian melayang jauh sedang memperhatikan langit-langit kelas sambil menggigiti kuku jari tangannya.

“Ibu berikan kalian waktu bebas sampai bel berbunyi.Tidak ada yang boleh meninggalkan kelas sebelum bel.” kata seonsaeng Kim sambil melangkah meninggalkan kelas.

Setelah seonsaeng Kim tidak terlihat lagi,Kyuhyun menoleh ke belakang untuk melihat Jaemi.Di saat yang sama Jaemi juga menatapnya dan langsung salah tingkah.Jaemi pura-pura membaca buku.Entah Kyuhyun sadar atau tidak buku yang dipegang Jaemi tidak mungkin bisa terbaca karena bukunya terbalik.

“Ckckck..” Kyuhyun berdecak heran.”Tampangnya benar-benar bodoh.” gumamnya lalu melanjutkan tidurnya.

Jaemi mengintip sedikit untuk memastikan apakah Kyuhyun masih menatapnya.Setelah dirasa cukup aman(?),ia menghela napas.Ia bertanya-tanya pada dirinya sendiri kenapa dirinya bisa menjadi sangat kikuk saat bertatapan dengan laki-laki itu.

***

Pagi-pagi sekali Jaemi sudah duduk manis di bangku kelasnya.Hanya ada dirinya dan Eunhwa yang sedang membaca buku.

‘Dia itu terlalu rajin.’ komentar Jaemi dalam hati.

Jaemi yang sedang santai-santai sambil menggigiti kukunya dikagetkan oleh tatapan tajam Eunhwa dari balik kacamata minus-nya.

“Han Jaemi.” katanya seperti memanggil.”Sepertinya kau sangat beruntung sampai dipilih bekerja sama dengan Kyuhyun.Kau senang?” pertanyaan yang sungguh tidak penting jika keluar dari mulut seorang Eunhwa.

Walaupun bingung juga,Jaemi tetap menjawab “Biasa saja.Kalau kau mau kita bisa bertukar pasangan.” dengan sok bijaksana.Sebenarnya Jaemi tidak ada niatan sama sekali untuk melakukannya,tapi sepertinya memang itu yang diinginkan perempuan dengan tatapan menyebalkan itu.

Jaemi menunggu jawaban. Setelah beberapa menit baru Eunhwa bersuara.”Tentu.Memang itu yang kuinginkan agar kau tidak menularkan kebodohanmu pada Kyuhyun.” ia mengatakannya seolah-olah Kyuhyun ada dibawah tanggung jawabnya.

Jaemi hanya menyernyitkan alisnya bingung.Di kelas hanya ada mereka berdua hingga suara Eunhwa yang tajam itu bisa ditangkap dengan jelas oleh Jaemi.Ia juga berpikir,mungkin orang ini terobsesi dengan Kyuhyun.

~

Saat kelas mulai ramai dan waktu sudah mepet dengan bel masuk,Kyuhyun baru masuk ke dalam kelas.Eunhwa menutup buku bacaannya dan berdiri.Sepertinya ingin menghampiri Kyuhyun.

Tepat setelah Kyuhyun duduk di tempatnya,Eunhwa menyapa.”Hai,apa kabar? Boleh aku mengatakan sesuatu?” sapa Eunhwa dengan senyum lima jarinya.

Kyuhyun tidak menjawab.Ia hanya bersandar di kursinya sambil menatap Eunhwa seperti menunggu apa yang akan dikatakannya.

“Jaemi ingin bertukar pasangan denganku,jadi aku yang akan menjadi partnermu.Kau tidak keberatan,bukan?” kata Eunhwa dengan pede-nya.

Lagi-lagi Kyuhyun tidak bersuara.Ia menoleh pada Jaemi di barisan belakang.Kyuhyun bertanya pada dirinya sendiri,apa gadis itu sebegitu bodohnya sampai meminta Eunhwa untuk bertukar partner?

“Aku keberatan.” jawab Kyuhyun datar namun tegas.”Pasti bukan dia yang memintamu untuk bertukar pasangan,kan? Tidak perlu berbohong.” perkataan Kyuhyun cukup membuat Eunhwa merasa terpojok.Akhirnya dengan wajah merah padam Eunhwa kembali ke tempat duduknya.

Setelah beberapa detik merenungkan sesuatu,Kyuhyun berdiri dari tempat duduknya,mengambil tasnya,lalu berjalan ke bangku paling belakang di samping Jaemi.

Mulut Jaemi menganga.Satu pertanyaan yang terpampang dengan tulisan besar-besar di kepalanya adalah,apa-apaan pria ini?!

Seketika kelas yang tadinya sangat ramai dengan suara tawa dan bisik-bisik para penggosip langsung hening.Mereka semua menatap bingung kearah Kyuhyun dan Jaemi yang tiba-tiba sudah duduk berdampingan.

Jaemi menggeser bangkunya agar sedikit lebih jauh dari Kyuhyun.Alisnya tak berhenti menyernyit melihat laki-laki disampingnya itu hanya mengeluarkan buku lalu membacanya dengan santai tanpa menoleh kearah Jaemi sedikitpun.

Dengan keberanian yang sebisa mungkin ia kumpulkan,Jaemi akhirnya bertanya, “Kau.. Ada apa pindah kesini?”

Kyuhyun menoleh sekilas pada Jaemi sebelum kembali lagi pada bukunya.”Agar aku tidak perlu datang ke tempat dudukmu untuk memberitahu sesuatu.” jawabnya.

Kerutan di alis Jaemi tidak juga hilang.”Sesuatu seperti apa?” tanya Jaemi.

“Seperti memberitahu kapan kita harus bertemu untuk belajar.Belajar agar kau tidak hanya diam saat mengerjakan tugas Elekronika itu.” jelas Kyuhyun.

Jaemi melongo.Dia serius? Jaemi pikir Kyuhyun akan sangat cuek dan mengacuhkannya walaupun Kim seonsaengnim memintanya untuk membantunya belajar.Ternyata orang ini serius sekali.”Kau serius?” Jaemi ingin memastikan.Bisa saja Kyuhyun hanya bercanda dan kemudian tertawa dan berteriak ‘April mob!’ Tapi Jaemi segera menyingkirkan pemikiran gilanya.Apa seorang seperti Kyuhyun akan melakukan tindakan bodoh seperti itu?

“Apa kau pernah melihatku bercanda?” tantang Kyuhyun.Kali ini ia menatap Jaemi.

“I,iya.B,baik-lah.Terserah kau saja.” Jaemi kehabisan kata-kata dan memutuskan untuk pura-pura membaca buku lagi.

“Kalau tidak suka baca tidak usah memaksa.” kata Kyuhyun.Jaemi secara otomatis langsung menoleh.Dan.. JRENG! Kyuhyun masih menatapnya dengan posisi menyamping.

Jaemi merasa saluran pernafasannya tersumbat.Ia sangat kaget hingga buku yang dipegangnya jatuh dan lagi-lagi membuat seisi kelas memperhatikannya.Ia mengerjap-ngerjap,berusaha menormalkan detak jantungnya.

“Ckckckck..” Kyuhyun berdecak pelan,entah karena apa.

Jaemi melirik Kyuhyun.Setelah kira-kira Kyuhyun sudah tidak menatapnya lagi,Jaemi membuang muka dan menghembuskan nafas lega.Bagaimana dia bisa santai-santai seenaknya lagi kalau namja disampingnya tidak pindah juga?

Jaemi merapikan tatanan rambutnya yang entah sejak kapan sudah berantakan,kemudian menoleh ke samping,tepat ke arah Kyuhyun.”Kau yakin ingin duduk disampingku?” tanya Jaemi.Mungkin ia bisa melakukan beberapa perlawanan untuk mengusir Kyuhyun dari habitatnya ini.

Kyuhyun mengerutkan alisnya bingung sekaligus kesaal dan menjawab “Bukan ingin, tapi sepertinya memang seperti ini lebih baik.Lalu,bisakah kau diam? Kalau tidak aku akan memaksamu membaca semua buku pengetahuan yang ada di perpustakaan dan mengetesmu dengan beberapa pertanyaan setelahnya.”

Jaemi menyipitkan matanya kesal.’Memangnya dia bisa memaksaku melakukan semua hal itu? Apa semua orang pintar akan memberikan hukuman aneh seperti itu?’ cibir Jaemi dalam hatinya.’Bukannya Kim seonsaengnim hanya menempatkan aku dan dia sebagai partner kerja kelompok? Kenapa aku harus benar-benar belajar bersamanya?’

Dan hari yang aneh bagi Jaemi itu langsung mengunci gerakan Jaemi yang biasanya sangat tidak bisa diam menjadi ‘sangat diam’ bahkan terkesan kaku.Tentu saja tidak lain dan tidak bukan adalah karena Kyuhyun.

***

Kyuhyun POV

Setelah jam sekolah selesai dan seluruh kelas sudah bubar,aku langsung melesat ke ruang guru untuk menemui Kim seonsaengnim.Aku hanya ingin membeli alat-alat tugas kelompok itu.Tidak masalah kalau aku harus membayarnya sendiri.

Kebetulan pintu ruang guru terbuka hampir sepenuhnya.Aku langsung memposisikan tubuh di pintu dan membungkuk.”Annyeonghaseyo..”

Hampir seluruh isi ruangan ini menoleh kepadaku.Cish,selalu saja seperti ini.Lama-lama aku merasa seperti artis.

Wali kelasku atau Kim seonsaengnim langsung menghampiriku.”Ada apa datang kesini?” tanyanya.

“Aku ingin membeli peralatan untuk tugas elektronika.Apa sudah ada?” jawabku dengan pertanyaan.

Kim seonsaengnim langsung kalang kabut membongkar kardus yang ada dibawah mejanya.Se-bersemangat itukah memenuhi permintaanku?

Aku mendekati mejanya juga.Memperhatikan Kim seonsaengnim mengeluarkan satu per satu alat dan komponen yang dibutuhkan.

Seorang guru wanita yang sudah terkenal genitnya, Ms. Song, berdiri disampingku dengan kedua tangan yang disilangkan di dada.Wangi parfumnya yang sangat menyengat itu seperti menyumbat saluran pernafasanku sampai aku ingin langsung berlari keluar untuk menghirup udara segar.

“Ada tugas kelompok?” Pertanyaan itu mengagetkanku.Begitu aku menoleh,wajah dengan make-up tebal itu terlihat jelas dihadapanku.Sebenarnya aku ingin muntah sekarang juga,tapi itu akan sangat sangat merusak citra baikku.

Karena itu aku harus menjawab dengan baik.”Ya.Tepatnya berpasangan.”

“Berpasangan? Kau memilih siapa?” tanya Ms. Song.Tidak pantas sebenarnya kalau dia dipanggil Ms. Song,lebih cocok Song ahjumma.Tapi dia yang meminta dipanggil seperti itu.

“Aku tidak memilih.Kim seonsaengnim yang memilihkan partner untukku.” jawabku.

“Siapa?” tanyanya lagi.Benar-benar tukang ikut campur.

“Jaemi.Han Jaemi.” Aku menekankan suaraku pada nama itu.

“Han Jaemi? Si perempuan bodoh itu?!” serunya dengan kaget yang berlebihan.

Aku hanya menanggapinya dengan senyum yang berlebihan juga.

Ms. Song menepuk punggung Kim seonsaengnim hingga yang ditepuk langsung terlonjak.

“Kau tidak salah memilihkan partner untuknya?” seru Ms. Song lagi sambil mengarahkan ujung jempolnya padaku.

“Oh? Partner? Untuk tugas ini? Aku bukannya asal memilihkan teman kerja untuk Kyuhyun,karena mungkin itu bisa membuat si Jaemi itu termotivasi dan mau belajar giat.Apa ada masalah?” jawab Kim seonsaengnim.

“Tentu saja masalah.Kalau sampai aset berharga sekolah ini terlular bodohnya bagaimana?” tantang Ms. Song.Aku hanya seperti orang tuli yang tidak dianggap disini,memperhatikan perdebatan yang baru saja dimulai.

“Tidak akan.Bukankah begitu,Kyu?” Kim seonsaengnim langsung menoleh padaku.

Aku pun langsung merespon,”N,ne.Tidak akan.”

Ms. Song mengangkat sebelah alisnya kemudian melenggang pergi tanpa bercuap-cuap lagi.

Setelah menatap punggung Ms. Song yang berjalan menjauh, Kim seonsaengnim akhirnya kembali pada permintaannku pada awalnya.

“Oh iya,ini.Kau benar-benar tidak apa-apa kan bekerja sama dengan Jaemi?” tanya Kim seonsaengnim padaku.

Aku tersenyum kemudian menjawab “Iya,bisa diatasi.” Setelah itu aku membungkuk, menyerahkan uang dan segera pergi meninggalkan ruang guru.

Koridor sekolah sudah lumayan sepi.Aku malas pulang.Karena aku benci rumahku sendiri.Tapi kalau tidak pulang aku harus kemana?

Siluet seorang perempuan yang sedang duduk diujung tangga menarik perhatianku.Aku menuruni tangga dan semakin dekat aku ke lantai bawah,semaikin jelas aku bisa mengenali perempuan itu.

‘Han Jaemi?’

Ketika aku sudah berada di anak tangga yang sama dengan perempuan yang menurutku Jaemi ini,aku memutuskan untuk ikut duduk disampingnya.

Dia menoleh,dan benar saja,itu Han Jaemi.

“Kau?” kagetnya.

~

Author POV

Jaemi sangat terkejut laki-laki itu tiba-tiba datang dan duduk disampingnya.”Kau?”

Kyuhyun menoleh,dan langsung bertanya “Sedang apa?”

“Itu.. Tidak.. Tidak sedang apa-apa.” jawab Jaemi.

Kyuhyun mengerjap seperti teringat sesuatu.”Berikan nomor ponselmu.” pintanya singkat sambil mengulurkan ponselnya.

Mulut Jaemi langsung menganga seketika.Untung saja sekolah sudah sepi.Kalau tidak pasti dia sudah jadi bahan bulan-bulanan para siswi penggila Kyuhyun dari segala penjuru sekolah.

Setelah sadar sepenuhnya,Jaemi segera mengambil ponsel di tangan Kyuhyun dan memasukkan nomor ponselnya.”I,ini..” katanya setelah selesai.

Kyuhyun menerima kembali ponselnya dan berkata “Kau tahu ilmu-ilmu dasar elektronika kan?” sebelum pergi meninggalkan Jaemi yang masih bengong.

Jaemi berdiri,berniat untuk kembali ke rumahnya sebelum ia keterusan melamun sampai malam di tangga itu.

“Ilmu dasar,ya? Yang seperti apa?” gumamnya.

***

Bel pergantian pelajaran baru saja berbunyi.Jaemi masih sibuk melamun sambil memasukkan pulpennya ke mulut.

“Pulang sekolah kita akan mengerjakan tugas.Kau bisa?” Kyuhyun tiba-tiba saja berbicara pada Jaemi.Diam-diam seisi kelas memperhatikan.

“A,ah.. Aku.. Sepertinya bisa.” Jaemi sedikit salah tingkah karena merasa baru saja kepergok menggigiti pulpen.Tidak keren kalau harus tampak idiot di depan Kyuhyun.

“Kau mau dimana?” tanya Kyuhyun lagi.Jaemi sampai bingung harus menjawab seperti apa.

“Di.. Di..” Jaemi tak menyelesaikan kalimatnya.Ia menghela nafas,sedikit kesal karena laki-laki disampingnya selalu membuatnya merasa terpojok.”Kenapa tidak kau saja yang memutuskan?”

“Kau saja.Aku tidak masalah.” jawab Kyuhyun santai.

“Mmm,, dirumahmu?” Jaemi mencoba memberikan opsi.

“Jangan.Tidak akan pas sama sekali untuk mengerjakan tugas.” sahut Kyuhyun.

“Di perpustakaan?” kata Jaemi lagi.

“Tidak pas juga.”

“Ah! Di taman!” seru Jaemi.

“Ck! Memangnya kau pernah lihat murid SMA membawa-bawa peralatan elektron ke taman lalu merangkainya? Yang lain!” bentak Kyuhyun.Detik berikutnya Kyuhyun langsung sadar kalau dia baru saja mengeluarkan bentakan pertamanya di sekolah ini.Hal itu otomatis membuat penghuni kelas merasa bingung dengan Kyuhyun.

Jaemi memajukan bibirnya kesal.”Kau menyuruhku memutuskan tapi kau selalu menolaknya!” Jaemi tak mau kalah.

Kyuhyun tidak menggubris.Entah karena heran betapa bodohnya hal tentang mengerjakan tugas ditaman berdua dengan seorang wanita atau karena masih berusaha memperbaiki image-nya yang mulai retak.

“Kau saja yang putuskan.” Jaemi menyerah.

Kyuhyun mengerutkan alisnya sedikit ketika berpikir.”Di rumahmu saja.”

“Apa? Di rumahku? Kau yakin? Kau akan bertemu nenek sihir di rumahku.” debat Jaemi.Pembicaraan yang sangat panjang hanya untuk membahas tempat yang tepat.

“Aku tidak mengerti apa yang kau maksud dengan nenek sihir,tapi kupikir lebih baik di rumahmu daripada di taman atau di rumahku.” kata Kyuhyun.

“Terserah.Tapi kalau aku terkena amukan kau harus ikut tanggung jawab!” Jaemi memperingatkan.

Kyuhyun bergumam tanda mengerti.Ia tak akan ambil pusing soal peringatan Jaemi.Dalam pikirannya peringatan itu hanya lelucon.

***

“Aku pulang..” Jaemi mengucapkan salam dengan sangat pelan untuk berjaga-jaga.Sekesal apapun dia dengan Ibu tirinya tapi Jaemi tetap tak bisa membayangkan semarah apa ketika orang itu melihat Jaemi membawa anak laki-laki kerumahnya.

Jaemi melirik Kyuhyun yang masih berdiri dibelakangnya.Sebenarnya ia masih sedikit keberatan jika tugas itu harus dikerjakan dirumah ini.

Hal pertama yang Jaemi lihat ketika masuk adalah pemandangan Ibunya yang sedang membaca majalah lagi,seperti biasa.

Ibu Jaemi langsung mengangkat kepalanya begitu melihat Jaemi masuk.Dilihat dari ekspresinya,hampir saja Ibu Jaemi mengeluarkan bentakannya,jika saja Kyuhyun tidak segera masuk.

Saat Kyuhyun bertemu tatap dengan Ibu Jaemi,ia segera membungkuk.Sedangkan Ibu Jaemi masih terdiam melihat Kyuhyun.

Tapi tak disangka,wajah penuh polesan make-up itu malah tersenyum girang.”Nuguseyo?” tanyanya dengan wajah yang sangat sangat cerah.

“C,Cho-Cho Kyuhyun imnida..” jawab Kyuhyun gugup sambil membungkukkan badannya lagi.

Melihat pemandangan aneh dihadapannya,membuat Jaemi tidak bisa berkata apa-apa selain hanya berdiri diam di tempatnya.

“Oh? Teman Jaemi?” tanya Ibu Jaemi lagi.

“N,ne.” Kyuhyun sedikit aneh melihat sinar genit dari mata Ibu Jaemi.Seperti melihat Ms. Song,pikirnya.

“Silahkan masuk.Akan kubuatkan minum.” Ibu Jaemi merangkul punggung Kyuhyun dan menggiringnya menuju sofa terdekat.

“A,eh,itu.. Aku datang kesini untuk mengerjakan tugas bersama Jaemi.Tidak usah repot-repot membuatkan minum.” kata Kyuhyun sambil berusaha melepaskan rangkulan sok akrab itu.

“Tugas? Oh,baiklah.Kalian bisa mulai.Tapi kau tak bisa menolak untuk kubuatkan minum.” sahut Ibu Jaemi.

Kyuhyun mengerutkan alisnya begitu melihat kerlingan genit yang baru saja dikeluarkan Ibu Jaemi untuknya.

Kemudian Ibu Jaemi langsung melenggang menuju dapur,meninggalkan Jaemi yang bingung melihat sikap tidak biasa Ibu tirinya itu juga Kyuhyun yang terlalu terkejut melihat kejadian barusan yang membuktikan ternyata ada Ibu yang seperti itu.

Kyuhyun menoleh pada Jaemi.Ia bertanya “Apa orang itu biasanya memang seperti itu?” tanpa menyadari kalau dirinya yang asli sudah mulai keluar.Dirinya yang asli bukanlah orang yang pendiam.

“Tidak.Tidak sama sekali.Sudah kubilang kau akan bertemu nenek sihir.Dia bisa semudah itu mengubah sikapnya saat melihat laki-laki tampan.” jawab Jaemi dengan sangat pelan.

“Apa? Kau bilang apa tadi?” Kyuhyun penasaran dengan kata terakhir yang diucapkan Jaemi barusan.

“A,aniyo.Sekarang lebih baik kita naik ke kamarku.” kata Jaemi sebelum melangkah mendahului Kyuhyun menuju kamarnya.Jaemi sama sekali lupa kalau ia baru saja mengajak seorang laki-laki yang baru saja benar-benar dikenalnya kekamarnya.

Kyuhyun pun tanpa ragu mengikuti langkah Jaemi menaiki tangga.

***

Krik krik.

Hanya ada keheningan diantara Kyuhyun dan Jaemi.Tak ada satupun yang berinisiatif untuk mulai bekerja.Seluruh komponen yang diperlukan sudah terjejer ditengah-tengah mereka.Namun masih belum ada yang menyentuhnya.

Kyuhyun duduk bersila dihadapan Jaemi.Ia juga diam,pura-pura berpikir.Padahal yang sebenarnya dia rasakan adalah ia merasa canggung berada dalam sebuah kamar yang pintunya tertutup bersama seorang gadis.

Sementara Jaemi bukannya karena merasa canggung,ia hanya menunggu Kyuhyun mulai duluan.Karena ia tidak tahu-menahu tentang alat-alat yang ada didepannya.Kalau Kyuhyun tidak mulai,iapun takkan mulai.

Kyuhyun berdeham.”Sekarang,mari pikirkan ide apa yang cukup bagus untuk dibuat dari lampu-lampu ini.” katanya.Berusaha mengusir perasaan canggung yang mengusiknya.

“Eh?” Jaemi terbangun dari lamunannya.Menunggu lama membuatnya tak bisa menolak tarikan untuk melamun.

“Kau punya ide?” tanya Kyuhyun.

Jaemi mengusap-ngusap dagunya,berpikir.Lalu bayangan lampu kelap-kelip berbentuk hati seperti di film-film yang pernah ia tonton melintas dikepalanya.Jaemi menjentikkan jarinya.Sepertinya itu ide yang bagus.”Aku tahu!”

Ia pun memberitahukan niatnya pada Kyuhyun dengan semangat.

“Mwo?! Lampu kerlap-kerlip bentuk hati?! Memangnya aku anak perempuan?!” omel Kyuhyun.Inilah dirinya yang sesungguhnya.Suka mengomel dan sulit menerima pendapat yang bertentangan dengan pendapatnya.

Jaemi langsung ciut.Ia tidak berani membantah Kyuhyun.Yang baru saja mengomel mengilangkan kedua tangannya didepan dada.

Benar-benar kekanakkan!,dumal Kyuhyun dalam hatinya.

“Atau..” Jaemi memiliki ide lagi.Diutarakannya kembali idenya itu.

“Ck! Kau mau mempermalukanku dengan idemu untuk membuat tulisan ‘I Love You’?! Kenapa idemu tidak ada yang bagus?!!” omel Kyuhyun lagi,kali ini benar-benar keras.

Terdengar suara derap kaki tergesa-gesa yang menaiki tangga.Seketika pintu kamar Jaemi terdobrak dan wajah Ibunya muncul.”Ada apa??” tanya Ibu Jaemi panik.

Kyuhyun bingung harus mengeluarkan tanggapan apa.Masa dia harus mengatakan ia baru saja mengomeli Jaemi karena idenya yang buruk itu? Tidak mungkin.

“Kami hanya sedang berlatih dialog untuk drama.Tidak perlu ditanggapi.” sahut Jaemi cepat.

Kemudian Kyuhyun bisa menghembuskan napas lega.Ibu Jaemi hanya membulatkan bibirnya dan keluar lagi.Tapi detik berikutnya pintu terbuka lagi dan Ibu Jaemi masuk sambil melemparkan tatapan waspada.

“Kalian benar-benar tidak apa-apa,kan?” tanyanya curiga.”Jangan tutup pintunya.Biarkan terbuka karena aku tidak ingin kalian berlaku macam-macam berduaan.” Ibu Jaemi mengeluarkan ultimatum nya.

“N,ne.” jawab Kyuhyun pelan sedangkan Jaemi hanya diam.Sejak kapan Ibunya pernah memperhatikannya?

Akhirnya Ibu Jaemi benar-benar pergi tanpa menutup pintu.

Jaemi menggaruk-garuk kepalanya kikuk.Saat tatapan mereka bertemu,ada suatu getaran kecil dihati keduanya.

Kyuhyun mengerjap untuk mengembalikan kesadaran dirinya.”Kita harus memikirkan ide yang lain.” katanya.

“Memangnya apa yang salah dengan ideku?” protes Jaemi.Tak mungkin getaran dihatinya barusan disebabkan oleh tatapan pria dihadapannya ini.

“’Terlalu perempuan’ dan lumayan sulit.” jawab Kyuhyun singkat dan ringan.

“Orang jenius sepertimu masih bias bilang sulit?” Jaemi menyernyit.

“Memangnya kau pikir aku ini mesin?! Aku juga manusia,punya batas kecerdasan.” kata Kyuhyun sambil mengetuk sebelah keningnya.

Jaemi mengangkat sebelah alisnya tanda tidak percaya.Sedangkan Kyuhyun nampak sangat kesal karena tatapan itu.

“Baiklah.Sekarang tinggalkan segala macam perdebatan dan kembali ke persoalan.” putus Jaemi.

Detikan jam terus terdengar dengan irama yang sama.Bahkan suaranya lebih mendominasi ruangan daripada kedua manusia yang ada didalamnya juga.Kyuhyun dan Jaemi masih tetap diam.

“Yaaaaaa~ Jadi mengerjakan tidak?” tanya Jaemi malas.Ia merebahkan tubuhnya dilantai sambil meregangkan tubuhnya,tidak memperdulikan Kyuhyun yang menatapnya kesal karena aksi ‘peregangannya’ itu.

Kyuhyun mendengus kesal.”Begini.Kau sadar kan,kau ini tidak mengerti apa-apa?”

Walaupun kesal,Jaemi mengiyakan.

“Nah,kalau begitu,bantu aku memikirkan ide yang lebih baik daripada tidur-tiduran seperti kucing begitu!” tegas Kyuhyun,membuat Jaemi langsung duduk tegak.

Sisi jahil dalam diri Jaemi mencuat keluar.Ia ingin mendebat pria dihadapannya ini.”Begini.Kau kira sudah berapa banyak waktu yang kita habiskan untuk memikirkan ide yang bagus?” tanya Jaemi dengan senyum yang dibuat-buat.

Kyuhyun tidak menjawab,justru mengerutkan kening,mencari-cari arti senyum manis dibuat-buat itu.

“Cukup lama,kan? Kalau begitu kenapa kau tidak memakai ideku saja daripada kita bengong berjam-jam dan kau sama sekali tidak memiliki ide lain?”

Perkataan Jaemi membuat Kyuhyun menggertakan giginya.Yeoja ini cukup menyebalkan untuk berdebat denganku,pikirnya.

Setelah menunduk untuk menenangkan dirinya agar tidak mengomel lagi,Kyuhyun mendekatkan tangannya ke jejeran komponen diantara mereka,sambil mengatakan “Baik,baik.Kita akan memakai idemu.Kau puas?”

“Ya.” jawab Jaemi langsung.Ia mengeluarkan tepukan tangan kecil tanda kemenangannya.

Kyuhyun mengeluarkan bor dari tasnya—yang terlihat berat sekali,untuk membuat lubang-lubang diatas papan PCB yang cukup besar.

Dan pekerjaan dimulai tanpa ada campur tangan dari Jaemi sama sekali.

TBC

p.s : Gak jelas ya? u,u Kalo gak jelas, ya jelasin! Wkwkwk, sampai jumpa~

Advertisements

11 thoughts on “The Evil Partner [Part 1]

  1. ini rameee.
    lucu bgt kalo mereka sampe jadian…
    oh ya yg aku suka juga gaya bahasanya yg sederhana, ga tele tele bgt b^^d
    ayo lanjutannya ayo
    hwaitiiiiing!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s