Love Transport

Notes : Sedikit catatan, bagi yang bingung dengan sudut pandangnya, nanti akan ketahuan di akhir cerita. So, dibaca dulu sampe selesai ya^^

 

***

Sentuhan terakhir telah disematkan dileherku. Sebuah pita merah jambu yang diikat dengan cantik.

Setelah berbulan-bulan aku terkurung disini bersama para serangga menyebalkan itu, akhirnya aku akan dibawa keluar, dan aku bisa menjalankan tugasku.

Sebuah amplop biru muda diselipkan bersama bantak bentuk hati yang kupeluk.

Dalam hati aku tersenyum. Kalau begini, tugasku akan berjalan dengan lancar.

Laki-laki itu menggendongku. Ia mengajakku pergi dengan mobilnya. Aku jadi penasaran bagaimana rendana orang ini.

Begitu sampai di depan sebuah pintu apartemen, aku ditinggalkan. Oh, maksudku bukan ditelantarkan. Laki-laki itu bersembunyi dibalik tikungan lorong sementara aku terus menunggu di depan pintu. Tentu saja ia bersembunyi setelah sebelumnya membunyikan bel.

Seorang gadis keluar melalui pintu. Ia bingung karena melihatku tiba-tiba berada di depan pintu apartemennya.

Gadis itu mengangkatku. Dan setelah memperhatikanku beberapa saat, ia tersenyum. Sepertinya ia menyukaiku. Baguslah.

Aku diajak masuk ke dalam apartemennya. Ia mendudukanku di sofa. Saat menyadari ada sesuatu yang terselip di balik bantal yang kupeluk, ia langsung mengambilnya.

Walaupun tak tahu secara tepat isi surat itu, tapi aku tahu apa yang ditulis laki-laki itu untuk gadis ini.

Bel berbunyi lagi tepat setelah gadis itu selesai membaca dan menunjukkan ekspresinya yang terkejut bukan main.

Dengan gugup dan langkah yang sangat lambat, gadis itu mendekati pintu dan membukanya. Laki-laki itu sudah berdiri disana.

Aku tersenyum lagi. Tinggal pernyataan secara langsung, dan rencana kami akan sepenuhnya berhasil.

Laki-laki itu tersenyum canggung. Sepertinya ia gugup. Aku akan terus mengawasinya dari sini.

“E, ehem. Hai!” sapanya. Ya ampun, standar sekali.

Rupanya gadis itu sama gugupnya. Ia hanya menajawab, “H-hai!”

“E.. K-kau.. s-sudah baca suratnya, kan?” Tanya laki-laki itu.

Aku benar-benar tidak tahan. Kenapa laki-laki itu lama sekali?!

“Jadi.. bagaimana?” laki-laki itu meminta jawaban atas pertanyaan yang ia tanyakan lewat surat tadi.

Gadis itu tersipu. Ia mengusap tengkuknya. Ia tertawa kecil, sebagai wujud rasa senangnya. “Aku.. tentu aku tak bisa menolak, bukan?”

Donghae tersenyum lega. Ia merentangkan tangannya. Kurasa perasaannya sangat lega setelah mendapat jawaban dari gadis itu.

Gadis itu mendekat perlahan. Walau sedikit kaku, kurasa pelukan itu cukup manis.

Yes! Akhirnya tugasku bisa terlaksana dengan baik!

Menyampaikan cinta adalah tugas kesukaanku. Walaupun bagi sebagian orang aku hanya pajangan, begini-begini aku juga punya tugas.

Kuharap kisah cinta mereka berdua akan berlanjut dan terisi dengan hal-hal yang dapat menjadi kenangan manis.

Salam, Teddy Bear.

***

Advertisements

6 thoughts on “Love Transport

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s