Beauty and The Beast, Me and Him

***

Beauty and The Beast. Kisah cinta yang manis. Berawal dari pertemuan tak disengaja ketika Bella datang ke Puri Si Buruk Rupa untuk menyelamatkan Ayahnya.

Bella pasti telah menderita ketika harus melihat Si Buruk Rupa terluka karena kecerobohannya.

Namun bukankah Si Buruk Rupa tak kalah menderitanya? Ditakdirkan menjadi makhluk buruk rupa. Menunggu bertahun-tahun untuk kedatangan seorang gadis yang dicintainya dan mencintainya. Dan ketika saatnya telah tiba, ia justru harus merelakan gadis itu pergi, kembali ke rumahnya. Kelopak bunga mawar yang tinggal satu pun tak bisa jatuh gugur.

Beruntungnya, Bella kembali. Membuat kelopak mawar terakhir itu jatuh. Mengembalikan wujud asli Si Buruk Rupa. Ah, tidak. Maksudnya Sang Pangeran.

Seperti dongeng pada umumnya, kisah itu berakhir bahagia. Happily Forever After.

Tapi bagaimana denganku? Bagaimana jika Si Buruk Rupa adalah seorang gadis? Maksudku.. Aku?

Dalam kisah kehidupanku, justru akulah Si Buruk Rupa. Dan laki-laki yang kucintai itu, adalah Bella. Ini kisah keterbalikan. Jadi akulah yang menderita lebih banyak dan sakit hati lebih dalam.

Kisahku tidak berakhir bahagia. Manisnya kisah Beauty and The Beast juga istilah Happily Forever After tidak berlaku padaku. Cintaku tak bisa terbalas. Tak akan pernah bisa. Bunga mawar untuk diriku tak layu ataupun gugur satu kelopak pun.

Aku akan tetap menjadi Si Buruk Rupa.

Si Buruk Rupa yang mendambakan Bella-nya.

***

Advertisements

One thought on “Beauty and The Beast, Me and Him

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s