I Willn’t Go Anywhere

***

“Aku masih disini, tak akan pergi kemana-mana. Kau bisa pulang.” gadis itu tersenyum dengan sisa tenaga yang ia miliki.

Kyuhyun bergeming, ia hanya terus menatap gadis yang terbaring lemah dihadapannya. Sahabat baiknya, yang selalu ceria dan mudah dikerjai, berbaring diatas tempat tidur dengan wajah pucat. Ia tidak percaya dengan ini semua. Terlalu tiba-tiba untuknya.

Gadis yang masih tersenyum itu memejamkan mata, mengingat-ingat pengalaman-pengalaman yang pernah ia alami bersama lelaki tampan yang berdiri disampingnya. Laki-laki ini adalah sahabatnya, dan satu-satunya yang ia cintai, selain kedua orang tuanya.

Gadis itu tidak tahu sampai kapan ia bisa bertahan. Karena itu dia merasa, untuk sekali ini saja, ia ingin benar-benar merasa memiliki lelaki ini.

“Boleh aku meminta sesuatu?” tanyanya pelan.

Kyuhyun menganggguk samar. Ia tak menyangka, gadis itu masih meminta izin. Dalam keadaan seperti ini, apapun yang diminta gadis itu, pasti akan ia penuhi.

“Tolong genggam tanganku..” pinta gadis itu dengan suara yang makin lemah.

Ingin sekali Kyuhyun mengomel saat itu juga. Tak tahukah gadis ini, sejak tadi Kyuhyun ingin sekali menggenggam tangannya? Tanpa ragu atau mementingkan harga diri seperti biasanya, Kyuhyun menyelimuti tangan kurus itu dengan kedua telapak tangannya.

Cukup lama mereka terdiam dengan posisi itu. Memang terlalu saying untuk melepaskannya.

Mungkin ini yang terakhir kalinya, batin gadis itu.

“Kau tidak mau pulang?” pertanyaan dari mulut gadis itu terdengar seperti bisikan.

Kyuhyun tidak juga menjawab, walaupun sebenarnya ia dapat mendengarnya dengan jelas. Ia hanya menggeleng pelan sambil berusaha menahan cairan bening keluar dari kelopak matanya.

“Aku mau pulang. Aku bosan disini. Memangnya kau tidak?” gadis itu bertanya lagi.

Kyuhyun memikirkan pertanyaan barusan. Ia bingung, apakah gadis ini mengatakan yang sesungguhnya atau dalam arti yang lain?

“Jangan pergi.” hanya kata itu yang keluar dari bibir Kyuhyun keheningan yang cukup panjang.

Gadis itu tersenyum lagi mendengar perkataan Kyuhyun. “Sudah kubilang, aku tak akan pergi kemana-mana. Aku hanya ingin pulang.”

Kyuhyun sama sekali tidak berniat untuk bersuara lagi.

“Kau tidak keberatan, kan?” setelah bertanya demikian, mata gadis itu terpejam. Ia benar-benar sudah bosan. Ia bosan merasa sakit. Ia ingin pulang. Biarlah laki-laki yang ia cintai ini mencari gadis lain yang lebih pantas.

Waktu seakan berhenti saat itu juga. Bahkan Kyuhyun sudah lupa bagaimana caranya bernafas begitu melihat keadaan gadis itu.

“Andwae, andwae. Kau tidak bisa seperti ini. Aku belum menjawab pertanyaanmu..” Kyuhyun terduduk dilantai, memeluk tangan gadis itu.

Monitor yang sebelumnya memperlihatkan garis berlekuk-lekuk, kini hanya menampilkan sebuah garis lurus.

Kyuhyun tidak berhenti mengeluarkan air mata. Tak sampai terisak, karena ini adalah kepulangan yang paling lembut. Dia yakin gadis itu sangat menyayangi dirinya, sehingga ia mengatakan tak akan pergi kemana-mana, hanya ingin pulang. Ya, pulang ke sisi-Nya.

Bukankah ini perpisahan yang manis?

***

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s