Ears, Eyes, and Heart

***

Indah. Indah sekali. Suara yang manis dan menyentuh itu tak berhenti mengalun ditelingaku. Meski pemutar suara sudah tak lagi berbunyi, lantunan lagu indah itu masih memenuhi pendengaranku, pikiranku.

Sungguh aku mencintainya. Aku mencintai suara itu sebagaimana aku mencintai pemiliknya.

Suara inilah, satu-satunya suara yang mampu menelusup jauh ke dalam hatiku. Tidak pernah sebelumnya aku merasakan sesuatu yang begitu dalam melalui sebuah suara yang terukir dalam nada.

Dari beribu-ribu suara yang melewati telingaku, hanya suaranya yang tertangkap. 

Dengan suara selembut sutera, lagu itu memelukku. Menenggelamkanku dalam dunia fantasi bersamanya. Walau hanya dunia khayalan, suara itu cukup membuatku merasa bahagia.

Kenyataan tak akan bias mengabulkan harapan yang terlalu tinggi. Karena itu kupikir ini saja sudah cukup. Cukup dengan dua telinga untuk mendengar suaranya. Cukup dengan dua bola mata untuk memandang rupanya. Cukup dengan jantung hati untuk merasakan cinta.

Pertemuan kini tak lagi terasa penting. Karena aku maupun dia, sama-sama tahu bahwa kami tetap saling memiliki.

Telinga, mata, dan hati. Itu sudah cukup.

***

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s