Secret Station

Notes : FF ini terinspirasi dari MV-nya Sunny Hill-Midnight Circus^^ Jadi sebelum baca disarankan untuk nonton MV-nya dulu,atau dengerin lagunya~ Kalo nggak punya lagunya? Ya downlaod._.v hehe~~ monggo..

Secret Station

***

Younghee telah larut dalam mimpi kecilnya.Mimpi ketika ia bertemu pangerannya.

Buku-buku novel fantasi miliknya berceceran di lantai kamarnya sementara si empunya tengah tertidur.

Hari ini adalah hari yang melelahkan bagi Younghee.Cho Kyuhyun.Kekasih nya itu berkhianat dan meninggalkannya begitu saja.Setelah dua tahun penuh Younghee menaruh harapan pada laki-laki itu dan berpikir bahwa ialah pangerannya selama ini,justru laki-laki itu juga yang meninggalkan kenangan terburuk untuk Younghee.

Ia melepaskan bebannya dengan menggali kembali impian lamanya.Impian dimana ia akan berada dalam dunia dongeng penuh keajaiban.Bertemu pangeran,ibu peri,lalu hidup bahagia selamanya.

Namun impian nya berbanding terbalik dengan kehidupannya sekarang.Ibunya sering mengomel ketika teringat ayahnya dan melampiaskannya pada Younghee.Ayahnya sendiri sering menghilang tiba-tiba dan kembali tiba-tiba juga.Berangkat ketika habis bertengkar dengan Ibunya,lalu kembali dalam keadaan mabuk dan kembali bertengkar.

Keluarga Younghee bukan keluarga kaya.Serba keterbatasan.

Hobinya membaca buku novel fantasi membuatnya tak pernah berhenti berharap.Ia percaya sebuah keajaiban akan terjadi,sama seperti cerita-cerita yang pernah ia baca.

TOK TOK TOK.

Ketukan keras dari pintu depan terdengar sampai telinga Younghee hingga ia terbangun dari tidurnya.Ketika ia masih mengerjap-ngerjap untuk menyadarkan dirinya,suara ketukan itu berhenti digantikan bunyi berderit tanda pintu sudah dibukakan,lalu..

“Aaaaahh..” teriakkan yang sangat familiar di telinga Younghee.Teriakan Ibunya.

Ia tahu pasti apa yang sedang terjadi diluar sana.Ayahnya pasti kembali dan menampar Ibunya entah karena apa.Younghee bergeming.Tak ada yang dia lakukan selain duduk diam dipinggir tempat tidur reyotnya.

Teriakan Ibunya terdengar lagi.Kini diiringi isakan tangis.Younghee sudah tak peduli lagi.

Younghee membenci kedua orang tuanya.Younghee membenci kehidupannya. Younghee membenci dunia.

Mata Younghee kini terarah pada benda mati yang sejak kecil menemaninya dan mendengar segala keluh kesahnya.

Boneka.Boneka anak kecil cantik dengan gaun yang indah.Walau sudah tak indah lagi karna sudah kusam dan penuh jahitan sana-sini.

Lama dipandanginya boneka itu.Tak berubah.Wajahnya tetap tersenyum dalam keadaan apapun.Diraihnya dan ditatapnya boneka itu.Pasti boneka ini dibuat dengan sedemikian rupa sehingga wajahnya tetap terlihat ceria.

Younghee membanting bonekanya dan menginjak-injaknya.Benar-benar masih sama.Tersenyum tanpa beban.

Terkadang ia berpikir mungkin menjadi boneka sangat menyenangkan.Tak perlu memikirkan masalah duniawi dan tak perlu merasakan sakit hati.

Ia turun dari tempat tidurnya,duduk sambil memeluk lututnya dan membenamkan kepalanya.

‘Aku benci dunia ini.Aku ingin menjadi boneka saja.’ batinnya.

Iapun kembali menyelam kealam mimpi.

***

Kali ini Younghee dibangunkan bukan dengan suara ketukan pintu atau jeritan lagi,melainkan dengan suara hiruk pikuk keramaian yang entah berasal dari mana.

Younghee memandang sekelilingnya.Benar-benar ramai oleh orang-orang yang mondar-mandir sambil membawa tas atau koper masing-masing.Jauh diatas kepalanya tergantung sebuah papan besar bertuliskan ‘SECRET STATION’.

Kedua alisnya bertaut.Stasiun rahasia? Apa maksudnya? Dirinya sendiri kini sedang duduk disebuah bangku panjang berukir,sendirian,bukan di kamar sempitnya lagi.Dimana ini?

Meski dalam hati ia bertanya-tanya,sesungguhnya Younghee merasa bahagia dengan suasana yang dia rasakan disini.Begitu cerah-walaupun ia tak tahu bagaimana cuaca diluar sana- dan penuh kasih sayang.

Terasa penuh kasih sayang karena disana terlihat seorang Ibu dan anaknya yang saling berpelukan.Terasa cerah karena pemandangan yang terlihat adalah semua orang yang berlalu-lalang disekitar Younghee tersenyum.Yang ia tidak tahu senyum macam apa itu.

Tapi Younghee tak menyadari satu hal.Aura kesedihan sebesar biji jagung terpancar dari setiap orang disana.Kesedihan yang sulit diartikan karena harus melepas sanak saudaranya ke sebuah tempat yang sangat rahasia.Sangat menakutkan.

Terminal keberangkatan di stasiun kereta tersebut terbagi menjadi beberapa peron.

Terminal Keberangkatan Pangggung Sirkus.

Terminal Keberangkatan Panggung Sulap.

Terminal Keberangkatan Panggung Sandiwara.

Terminal Keberangkatan Panggung Istana Boneka.

Younghee menyernyit.Ia tidak mengerti stasiun macam apa tempat ia berdiri sekarang.

Namun ia berpikir mungkin akan ada kebahagiaan yang ia rasakan bila ia pergi ke salah satu tempat itu.Younghee berputar lagi,memperhatikan satu per satu terminal di sekelilingnya.

Panggung sirkus pasti seru.Panggung sulap pasti menakjubkan.Panggung sandiwara juga asik.Tapi akhirnya Younghee memilih panggung istana boneka.Boneka mungkin bisa membuat perasaannya gembira.

Dengan penuh keyakinan,Younghee berjalan memasuki terminal keberangkatan istana boneka.Ia sedikit merasa aneh ketika mengetahui untuk naik kereta dari sini tak memerlukan tiket.

Ia sudah berdiri tepat di samping rel untuk menunggu kereta bersama beberapa orang lain.Rasa heran memenuhi hatinya.Banyak diantara orang-orang yang berdiri disamping kiri-kanannya yang menangis.Seperti menangis karena akan pergi selamanya dari sini.

Kereta yang ditunggu-tunggu akhirnya datang.Younghee,bersama para calon penumpang lainnya masuk ke dalam kereta berwarna merah-kuning itu.Kereta yang aneh,pikir Younghee.

Bagian dalam kereta tersebut sangat luas.Sedangkan penumpangnya tak lebih dari setengahnya.

Sebelum memutuskan untuk duduk,Younghee sempat memperhatikan beberapa orang di dalam kereta yang sama dengannya itu.Duduk dengan mimik yang sangat tenang.Sampai terkesan kaku untuk seorang manusia.

Younghee sama sekali tak ambil pusing.Ia sudah terbiasa dengan hal-hal aneh seperti ini.Maksudnya sudah terbiasa membacanya.Jadi kali ini ia hanya menganggap dirinya sedang berada di dalam alam mimpi.Mimpi yang ia harap akan membawa kebahagiaan bagi dirinya.

***

Disinikah tempat itu? tanya hati Younghee.

Younghee baru saja sampai di tempat yang sepertinya adalah yang tadi tertulis sebagai ‘Panggung Istana Boneka’.Ya,memang benar.Semua itu sudah jelas tampak pada pemandangan dihadapannya sekarang.

Hanya saja.. beberapa hal di tempat ini membuat Younghee takut.

Beberapa gadis seumuran dirinya duduk dihadapan sebuah kaca rias.Wajah mereka dirias begitu cantik.Cantik namun dingin.Bedak tebal,bibir merah merona,lengkap dengan tatapan datar yang begitu mati hingga membuat bulu kuduk Younghee meremang.Kulit mereka putih pucat seolah energi mereka telah terserap habis oleh sesuatu yang tidak nampak.

Inikah tempat yang dikiranya tempat menyenangkan itu? Tidak.Ia tidak yakin.Bukan tempat seperti ini yang Younghee inginkan.Suasana yang begitu mencekam dan menakutkan.

Younghee menengadahkan kepalanya.Nafasnya benar-benar hampir terhenti ketika ia melihat apa yang ada diatas sana.Mengerikan.

Para wanita,tentunya yang ia yakini adalah manusia asli,digantung diatas sana dengan beberapa utas tali tambang layaknya sebuah boneka kayu.Wajah tanpa ekspresi dan tubuh yang begitu kaku.Digerakkan seakan mereka sedang menari di udara.

Langkah Younghee bergerak mundur.Ia merasa takut.Ia benci yang seperti ini.

Bruk.

Younghee hampir saja terhempas jatuh ke tanah ketika tubuhnya menabrak seseorang dibelakangnya.Ia berbalik,dan keterkejutannya berlanjut lagi.

“Kyuhyun?” ucap bibir Younghee.Ia tak tahu mengapa bibirnya sendiri terasa begitu kaku ketika digerakkan bahkan hanya untuk mengucapkan sepatah kata pada orang yang kini berada dihadapannya.

Mantan kekasihnya itu bergeming,tak merespon.Benar-benar dingin.Dan tanpa ada sedikitpun tanda bahwa pria itu mengenalnya,ia malah menyeret tubuh Younghee pergi dari tempat itu.Benar-benar menyeret,seperti menyeret sebuah boneka.

Younghee bingung.Begitu bersentuhan dengan Kyuhyun yang ini,tubuhnya tiba-tiba saja sudah tidak seperti biasanya lagi.Terasa lebih ringan dan kaku.Kaku sekali sampai ia merasa ia tak akan bisa bergerak tanpa bantuan orang lain.

Atau mungkin boneka lain.Entah dengan sihir atau apa,tubuhnya kini sudah berubah menjadi sebuah boneka.

***

Younghee meronta-ronta.Namun sekeras apapun usahanya untuk melepaskan diri,tak akan ada gunanya.Walau masih bisa bergerak,tapi tindakan berontaknya hanya seperti sebuah getaran.

Tubuhnya sekarang terduduk didepan sebuah cermin.Wajahnya sudah dirias dan rambutnya sudah ditata.Tapi bukan riasan cantik seperti seorang putri.Bedak tebal,bibir merah merona.Tepat seperti yang ia lihat tadi.Ia tidak percaya ini terjadi padanya.Ia tidak suka.

Dan sekarang,giliran dirinya untuk diangkat ke atas sana dengan lima utas tali tambang yang sudah diikatkan pada beberapa persendian tubuhnya.

Alunan musik khas istana boneka terus mengalun,menciptakan aura mistis.

Younghee tidak memberontak lagi.Mungkin inilah hukuman untuk dirinya karena ia telah membenci dunia.Hukuman karena ia sudah membenci kedua orang tuanya.Hukuman karena ia telah berkeinginan untuk menjadi sebuah boneka.

Ternyata ia sendiri lebih suka menjadi dirinya sendiri.Seorang manusia.Meski tidak memiliki kekayaan ataupun orang tua yang rukun,setidaknya dirinya tak pernah diperlakukan seolah tak memiliki jiwa,hingga bisa digantung dan dimainkan seolah tak berharga.

Juga akhirnya Younghee menyadari satu hal lagi.Disini sudah jelas kalau memang Kyuhyun bukanlah pangeran itu,bukanlah pangeran yang ia harapkan.Karena kini pria itulah yang sedang menarik sebuah tali,yang membuat tubuh Younghee terangkat semakin tinggi dan tinggi keatas.

Tubuhnya menari di atas udara.Ini tarian pertamanya dengan hati yang menangis.

Kyuhyun,tolong turunkan aku..

Sungguh Younghee menyesal.Bukan dunia seperti ini yang ia inginkan.Ia ingin kembali.

Younghee tidak ingin menjadi boneka.Menjadi boneka sangat menakutkan karena kita tak bisa berbuat apa-apa dan hanya bisa mengikuti apapun yang dilakukan pada raga kita.

Younghee tidak membenci dunia.

Younghee tidak membenci kedua orang tuanya.

Younghee berjanji tak akan membenci orang lain lagi.

Younghee berjanji akan melakukan apapun yang terbaik untuk hari esok yang lebih baik.

Asal jangan gantung dirinya seperti ini.

Asal jangan bawa dirinya ke dunia mengerikan ini.

Tolong bawa dirinya kembali.

Tolong bawa dirinya kembali pada orang tuanya.

Tolong bawa dirinya kembali ke kehidupannya.

Seluruh doa itu berkumpul membentuk sebuah cahaya dalam dada Younghee.Sempat ia melirik pria yang sedang menarik tali di bawah sana.

Pria itu tersenyum.Senyum kesukaan Younghee.Ia tak tahu apa arti senyum yang indah itu.Untuk dirinya kah?

Tali dalam genggaman pria itu terlepas.Menjatuhkan tubuh Younghee ke tanah.Seluruh benda,boneka,manusia,atau apapun yang ada disana hancur berkeping-keping.Segala yang menerangi disana sudah padam.Tenda-tenda pun sudah rubuh.Menyisakan cahaya bulan yang mengiringi hembusan angin yang membawa ketenangan.

Semuanya sudah berakhir.

***

Mata Younghee terbuka.Betapa lega perasaannya ketika dirinya kini terbangun dalam kamarnya.Bukan di stasiun kereta.Bukan di istana boneka.Bukan di hadapan sebuah kaca rias.

Suara derit pintu membuat jantungnya berdegup kencang.Apakah kali ini masih akan sama seperti sebelumnya? Apakah kali ini ia akan mendengar jeritan dan rintihan kesakitan dari bibir Ibunya lagi?

Younghee berlari keluar dari kamarnya.Ia tak akan membiarkan siapapun atau apapun membuatnya kembali tenggelam dalam rasa benci yang membawanya menuju dunia itu.

Langkahnya terhenti ketika melihat apa yang ada didekat pintu masuk rumah minimalisnya.

Ayahnya sedang tersenyum,berbincang dengan Ibunya.

Sungguh indah sekali.Jika ini mimpi,tolong jangan bangunkan Younghee.

Ayah dan Ibunya berjalan menghampiri Younghee lalu mengajaknya makan malam bersama.Walau hanya lauk sederhana,tapi ini membuat Younghee bahagia.

“Younghee,kau tidak boleh berhenti mengejar harapanmu.Ayah dan Ibu akan berusaha semampu kami untuk membantumu mewujudkan harapanmu.” Itulah nasihat Ayahnya.Wajahnya berseri walau terlihat lelah.Senyum itu,senyum tulus dari Ayahnya seperti yang dilihatnya saat Younghee masih kecil.

Harapanku sudah berada di hadapanku sekarang,batin Younghee.

Seseorang mengetuk pintu depan.Younghee hanya berharap bukan reintenir yang datang menagih hutang.

Ibu Younghee beranjak membukakan pintu.

“Nak Kyuhyun? Silahkan masuk.Younghee ada di dalam.” Perkataan Ibunya membuat Younghee menghentikan gerakan sumpitnya.

Kyuhyun?

Pria itu masuk dan bergabung bersama keluarga Younghee.Walaupun tidak percaya,Younghee merasa senang pria itu datang dan tersenyum padanya.

“Besok kita jadi pergi bersama,kan?” tanya Kyuhyun pada Younghee.

Akhirnya Younghee yakin ini bukanlah mimpi.Janjinya membuahkan hasil.Ia benar-benar tidak akan membenci kehidupannya,orang tuanya,atau Kyuhyun.Karena sudah tidak ada alasan lagi untuk melakukannya.

Younghee pun berjanji,ia akan melakukan seluruh hal baik yang bisa ia lakukan untuk hari esok yang lebih baik.Tuhan sudah berbaik hati padanya dengan memberikan kebahagiaan bersama keluarganya dan kekasihnya.

Dengan senyum kebahagiaannya,Younghee mengangguk.Kyuhyun tersenyum dan mengacak gemas rambut Younghee.

***

Advertisements

One thought on “Secret Station

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s