‘Friend’?

Notes : Sejujur-jujur-jujurnya,ini FF spesial ulang tahun Kyu,tapi lupakan,udah sebulan lebih ulang tahun Kyu berlalu u,u Seperti biasa,FF ku selalu gaje..

***

Author POV

“Pagi semuanya..” sapa seorang gadis remaja yang muncul dari balik pintu.

“Pagi…………!!!!!!!!” sahut seluruh anak didalam ruangan bermain itu.Dengan sangat bersemangat mereka semua berlarian ke pintu dan mengerubungi gadis tersebut.

“Hyunmi noona…!!!!” seru semua anak laki-laki dan “Eonniiiii…” dari semua anak perempuan.

Hyunmi menyambut gembira anak-anak itu.Baginya semua anak menggemaskan itu adalah adiknya.

“Aku membawa hadiah untuk kalian semua~~” katanya gembira.Semua anak bersorak lagi.Hyunmi mulai membagikan satu per satu hadiah yang ia bawa.

“Waahh,,aku mendapat boneka Barbie.. Terima kasih eonni..”

“Mobil-mobilan yang sangat keren! Terima kasih Hyunmi noona!”

“Alat-alat gambar yang baru.Terima kasih banyak..”

“Sepatu baru! Kebetulan sekali,sepatuku memang sudah sangat jelek.Aku senang sekali! Terima kasih noona!”

Semua anak berseru gembira saat membuka hadiah masing-masing.Hyunmi tersenyum bahagia melihat pemandangan itu.Untuknya,melihat anak-anak tertawa gembira adalah hal yang paling menyenangkan dibanding mendapat uang sebanyak apapun.

“Nah,semua sudah mendapat hadiah.Sekarang kalian harus berjanji padaku..”

“Apa itu noona?”

“Belajarlah dengan baik saat waktu belajar,makanlah dengan baik dan tepat waktu.Jagalah kebersihan diri,pakaian,dan kamar kalian masing-masing” pinta Hyunmi,seperti guru.

“Baiklah!” ujar seluruh anak kompak.

Kemudian pintu terbuka lebih lebar lagi dan seorang laki-laki sebaya Hyunmi masuk dan menepuk-nepuk tangannya sambil tersenyum,”Ayo semuanya,sebentar lagi waktunya sarapan! Pergi ambil alat mandi kalian masing-masing dan masuk kamar mandi dengan tertib!” perintahnya.

“Siap kepala besar Cho Kyuhyun!” jawab seorang anak.Semuanya tertawa.

“Yak! Tidak sopan! Sudah sana cepat!”

Semua anak langsung bertambah berisik dan sibuk menyimpan hadiah masing-masing lalu berlarian untuk bersiap mandi.Mereka sudah sangat hafal dengan peraturan ditempat penampungan ini,

Peraturan No.7

Siapa cepat,dialah yang dapat mandi terlebih dulu.

“Ayo cepat!”

“Cepat! Cepat!”

Beberapa anak berlomba untuk sampai dikamar mandi lebih dulu.

“Aduh!” seorang anak perempuan terjatuh dan semua peralatan mandinya berceceran dilantai.

Kyuhyun dan Hyunmi dengan sigap menolongnya dan membantunya untuk berdiri.

“Kau tidak apa-apa?” tanya Hyunmi pada anak itu.

“Ti,tidak apa-apa..” jawab anak itu pelan.

Kyuhyun membantunya berdiri dan Hyunmi merapikan perlengkapan mandi yang berceceran.

“Terima kasih.Lain kali aku akan lebih berhati-hati.” kata anak itu dan ia berjalan pelan mengikuti teman-temannya.

Kyuhyun dan Hyunmi menghela napas lega sambil tersenyum.Kemudian keduanya saling bertatapan.Tatapan benci dan sengit bagai terdapat petir dalam tatapan masing-masing.

“Benar-benar sok manis!” ejek Hyunmi.

“Kau pikir kau terlihat bagus saat berbicara lembut,tadi? ‘Kau tidak apa-apa?’ ?” balas Kyuhyun sambil menirukan gaya bicara Hyunmi dengan gaya mencibir.

“Dasar kepala besar!”

“Panda berkepang dua!”

“Setan berkemeja kotak!”

“Pendek!”

“Raksasa!”

Mereka terus saling mengejek dengan serunya sampai Ibu pemilik tempat panti datang dan melerai,

“Hey! Berhentilah bertengkar ditempat ini! Bertengkarlah diluar kalau kalian mau!”

Keduanya diam dan menatap Bibi Jung.Sekilas saling menatap benci,lalu langsung pergi kearah berlawanan dengan angkuh.

“Ckckck,untung saja mereka tidak bertengkar didepan anak-anak” ucap Bibi Jung sambil menggeleng-geleng.

Diujung lorong,bisik-bisik mulai terdengar.

“Mereka bertengkar lagi..”

“Kau lihat? Hyunmi noona juga memanggilnya kepala besar~”

“Kenapa mereka bertengkar terus?”

“Entahlah,mungkin kita harus melakukan sesuatu untuk membuat mereka akur”

“Ide bagus!”

“Saat kita bertengkar,mereka berdua menasihati kita berjam-jam.Tapi tidak mungkin kita yang menasihati mereka,kan?”

“Pasti ada cara lain..”

“Kalau begitu saat waktu bermain nanti siang kita akan membicarakannya.Sekarang.. aku yang mandi duluan!” anak itu langsung berlari kekamar mandi saat yang lain lengah.

“Curang!!!” sahut yang lain dan mereka semua saling berkejaran.

***

Semua anak sudah rapi dan segera berkumpul diruang makan.

“Jangan berebut.Semua akan mendapat jatah masing-masing” kata Kyuhyun sambil membantu Bibi Jung menata makanan di meja.

‘Beda sekali dengan dirinya yang asli.Dia akan menyuruh sana sini kalau ini rumahnya sendiri’ batin Hyunmi sambil menatap sinis kearah Kyuhyun.

Kyuhyun balas menatap Hyunmi, ‘Apa? Kau pikir kau lebih baik dariku?’

Anak-anak diam mendadak sambil memegang piring masing-masing.Lalu seorang anak perempuan berbicara,

“Oppa,kau harus bersikap baik pada seorang wanita..”

Kyuhyun menatap bingung anak perempuan itu,lalu dengan santainya ia menjawab “Memangnya dia seorang wanita?” sambil menatap meremehkan Hyunmi.

‘Rrrrr…’ geram Hyunmi dalam hati.

“Sudah,anak-anak,ayo sendok nasi ke piring masing-masing.Kyuhyun,Hyunmi,berhenti bertingkah kekanakan!” Bibi Jung melerai.

“Hmm..” keduanya hanya bergumam patuh.

~

Siang hari pun tiba.Waktunya bermain untuk anak-anak.

“Hyunmi eonni… Ayo bermain bersamaku~” ajak seorang anak pada Hyunmi yang sedang sibuk mengerjakan tugas kuliahnya diruang kerja yang khusus disediakan oleh Bibi Jung.

“Jangan! Bermain bersamaku saja eonni!” sela anak yang lain.

“Tapi..” Hyunmi memandang tumpukan tugas yang harus segera ia selesaikan.

Lalu seorang anak laki-laki masuk dengan tergesa dan tersenyum meminta maaf pada Hyunmi,dan membungkuk,”Mianhamnida noona..” katanya.Ia menatap kedua temannya kesal dan melanjutkan,”Kalian ini,kalian tidak lihat Hyunmi noona sedang mengerjakan PR? Lebih baik kita pergi!” ia merangkul paksa kedua temannya itu dan membawanya keluar.

Hyunmi hanya memandang bingung ketiga anak itu.Namun kemudian ia kembali melanjutkan pekerjaannya.

~

“Hei! Apa kalian lupa dengan rencana kita?” kata Junsoo,anak yang tadi meminta maaf pada Hyunmi diruang kerjanya.

“Rencana apa?” jawab Hyomi,anak yang paling pertama mengajak Hyunmi bermain.

“Bodoh! Tentu saja untuk membuat Hyunmi noona dan Kyuhyun hyung kembali akur!” sahutnya.

“Ah,benar juga! Semuanya bantu aku berpikir,kita harus melakukan yang terbaik!” sahut seorang anak lagi yang bernama Hyesoo.

Semua langsung diam.Ada yang duduk bersila sambil berpikir,mengelus-elus dagu sambil berpikir,menghitung jumlah semut yang lewat sambil berpikir,atau yang lain.

“Aha!” seru Junsoo.Semua anak terlonjak kaget dan segera memasang pendengaran baik-baik.

“Apa?” tanya Hyomi.

“Begini..”

***

“Anak-anak.. Aku punya berita bagus..” seru Hyunmi,diikuti teriakkan anak-anak yang berlarian mengerubunginya.

“Cepat katakan!!” ujar beberapa anak tidak sabar.

“Hari ini ada tugas menggambar pemandangan.Untuk itu kalian akan pergi ke taman kota.Nah,semuanya,siapkan alat gambar masing-masing dan kita semua akan langsung berangkat!”

“Asiiikk!! Teman-teman ayo bersiap!” kata Junsoo semangat.Memang selalu dia yang paling bersemangat.

Sambil mengeluarkan alat gambarnya,Junsoo berdiri bersebelahan dengan Hyomi dan Hyesoo.Mereka bertemu pandang kemudian saling mengedipkan mata.

“Ini saat yang tepat!” bisik Junsoo pada kedua temannya tersebut.Hyomi dan Hyesoo mengangguk paham.

Setelah semua siap,Bibi Jung datang untuk memandu.Kyuhyun dan Hyunmi juga ikut,dan harus ikut.Anak-anak akan lebih nakal tanpa mereka.

“Semua sudah berkumpul?” tanya Bibi Jung.

“Sudaaahh..!” sahut semua anak.

“Kita tidak akan naik kendaraan apapun.Jadi berjalanlah dengan tertib mengikuti langkah Bibi Jung agar tidak terpisah” ujar Hyunmi.

Semua anak menggangguk paham.

~

Semua berjalan dengan santai mengikuti panduan Bibi Jung dan Kyuhyun yang berjalan paling depan.Hyunmi berjalan dibelakang anak-anak untuk berjaga-jaga.

Ditengah rombongan,tiga orang anak berjalan beriringan sambil membicarakan sesuatu.Salah seorang dari mereka bertiga berbicara,

“Hyesoo,Hyomi,kalian masih ingat rencana kita,kan?”

“Tentu saja.Kuharap tidak ada apapun yang merusak rencana kita.” kata Hyomi pada Junsoo.

“Rencana kita akan kumulai tepat saat kita sampai di taman kota.Kalian berdua harus menyembunyikan sebaik mungkin alat-alat gambarku disuatu tempat,jangan sampai ada yang tahu.Akan sulit bagiku untuk bersembunyi sambil membawa alat-alat ini.” jelas Junsoo sambil menunjuk-nunjuk peralatan gambar yang dibawanya.

“Kami mengerti bos Junsoo” bisik Hyomi dan Hyesoo bersamaan.

Tidak lama setelah itu rombongan mulai memasuki taman kota.Junsoo memberikan alat-alat yang ia bawa pada Hyesoo dan berjalan mengendap-endap dan bersembunyi disuatu tempat.

Setelah menurutnya tidak ada yang menyadari bahwa dia berpisah dari rombongan,ia berlari lumayan jauh dari tempat teman-temannya.

Berlari dengan cepat membuat Junsoo merasa lelah dan ingin beristirahat sebentar.Ia menemukan sebuah pohon yang tidak jauh darinya dan duduk bersandar dibawahnya.Junsoo memejamkan matanya sambil menghirup napas banyak-banyak.

“Nah,sekarang,kuharap rencanaku akan berhasil.Kyuhyun hyung dan Hyunmi eonni akan mencariku bersama-sama dan secara tidak sadar mereka akan saling bekerja sama untuk mencariku.Dengan begitu cepat atau lambat mereka akan kembali akur.” kata Junsoo pada dirinya sendiri.

Seorang lelaki paruh baya menghampirinya dan bertanya,”Apa yang kau lakukan disini?” dengan ramah.

Junsoo mendongak lalu tergagap,”Ma.. maaf.Apa aku tidak boleh duduk disini? Kalau begitu aku akan pergi.” Lalu ia beranjak berdiri.

“Tidak,bukan begitu.Boleh-boleh saja kau istirahat disini.Apa kau kelelahan?” kata lelaki itu.

Junsoo langsung menjawab,”Ya,aku kelelahan setelah berlari cukup jauh.”

“Kau mau masuk kerumahku? Aku akan memberimu makanan dan minuman”

Junsoo berpikir sejenak sambil menatap wajah lelaki dihadapannya.Merasakan tenggorokannya yang terasa sangat kering,dengan ragu ia menerima tawaran barusan.”Baiklah,terima kasih banyak,paman..”

Laki-laki itu menuntun Junsoo masuk kerumahnya didekat situ.Junsoo hanya menurut tanpa mengira segala kemungkinan yang mungkin terjadi.

~

Ditaman,anak-anak mulai bermain dengan gembira.Beberapa anak perempuan lebih memilih untuk langsung menggambar dan duduk disana-sini,ditempat yang mereka suka.Hyesoo dan Hyomi mulai bersiap,”1,2,3!” hitungnya lalu seketika mereka berlari ketempat Kyuhyun dan Hyunmi berdiri.Sebisa mungkin mereka memperlihatkan ekspresi panik.”Eonniiii!! Oppaaa!!!”

Hyunmi terkejut dan langsung bertanya pada dua anak perempuan itu,”Ada apa?” diikuti Kyuhyun yang juga berjongkok dihadapan anak-anak itu.

“Junsoo..”

“Junsoo? Ada apa dengannya? Ceritakan pelan-pelan” kata Kyuhyun.

“Junsoo hilang!” seru mereka berdua.

“APA??!!” seru Kyuhyun dan Hyunmi bersamaan.Mereka berdua langsung berlari menuju Bibi Jung dan memberitahunya.

“CEPAT CARI!” perintah Bibi Jung panik.

“Kemana?” tanya Hyunmi.

“MANA AKU TAHU! CARI DIA KEMANAPUN!” Bibi Jung mulai naik darah.

Dengan kompak Hyunmi dan Kyuhyun berlari kearah berlawanan untuk mencari Junsoo.

‘Junsoo.. Ingatlah nasihat yang pernah kuberikan padamu..’ kata Hyunmi dalam hati.

~

“Ini untukmu~” kata paman pemilik rumah pada Junsoo sambil memberikan segelas air dan roti padanya.

Wajah Junsoo langsung sumringah.Tanpa ragu ia menerimanya dan dengan sekali teguk air ditangannya sudah habis diminum.”Terima kasih.Paman orang yang baik” katanya.

Lalu tiba-tiba Junsoo diam dan merasa pusing.Ia mengusap matanya berkali-kali karena pandangan mulai mengabur.Kemudian sebuah kalimat yang pernah dikatakan Hyunmi padanya melintas dipikirannya,

‘Jangan percaya pada siapapun yang tidak kau kenal.Apalagi menerima makanan ataupun minuman dari orang asing.’

Sesaat kemudian pandangannya benar-benar gelap dan ia jatuh pingsan.

Paman yang sedari tadi memperlakukan Junsoo dengan sangat baik dan ramah itu tersenyum.Bukan senyum ramah lagi,melainkan senyum kemenangan yang sangat mengerikan.

~

Hyunmi terus berlari dan bertanya pada setiap orang yang ditemuinya.

“Permisi,apa Anda melihat seorang anak kecil lelaki dengan kaus biru dan celana panjang putih? Tingginya sekitar 110 cm..” tanyanya pada seorang Bibi pedagang minuman yang merupakan orang kesekian yang ia tanyai.

Bibi itu tampak berpikir sebentar,lalu terhenyak dengan ekspresi aku-tahu.”Kalau tidak salah tadi aku melihatnya duduk dibawah pohon itu lalu pergi bersama seseorang..” jawabnya sambil menunjuk sebuah pohon tempat Junsoo bersandar beberapa waktu yang lalu.

Hyunmi segera mengucapkan terima kasih dan berlari lagi mendekati pohon itu.Tak jauh dari situ ada sebuah rumah yang sangat besar namun tampak tak terawat.

‘Bibi itu bilang Junsoo pergi bersama seseorang.Apa mungkin Junsoo pergi kesana?’ pikir Hyunmi sambil menatap rumah itu dari tempatnya berdiri.Instingnya membawanya untuk mendatangi rumah itu.

Begitu sampai didepan rumah tersebut,ia mengetuk pintu,berharap seorang Bibi yang baik membukakan pintu untuknya.Tapi ternyata tak ada respon sama sekali.Perasaan khawatir mulai menyergapnya dan ia berputar mengelilingi rumah.

Ia sampai di bagian belakang rumah itu dan melihat ada sebuah pintu.Ia mengetuknya kembali,namun hasilnya tetap sama.Tidak ada yang membuka pintu.

Karena sudah terlalu khawatir,ia memegang gagang pintu lalu membukanya.Dengan mudah pintu terbuka begitu saja.Perlahan-lahan Hyunmi melangkahkan kakinya untuk masuk kedalam.

Sepi,hanya sepi yang menyambutnya.Ia berjalan menyusuri setiap sudut dalam rumah.Sampai ia berhenti didepan sebuah pintu yang sedikit terbuka.Ia juga mendengar suara seseorang dari dalam.Dengan cepat Hyunmi merapat ketembok dan memasang telinga baik-baik.

“Aku mendapat seorang anak laki-laki.Kau datang saja kesini.” suara seseorang yang menurut Hyunmi sedang menelepon orang lain terdengar dari dalam ruangan.

Pintu itu berangsur terbuka.Hyunmi melangkah cepat dan sebisa mungkin tidak menimbulkan suara.Ia berhasil bersembunyi dibalik tanaman hias yang cukup tinggi yang berada tepat disamping ruangan itu.

Seorang lelaki keluar dan meninggalkan ruangannya.Hyunmi berjalan dengan sangat hati-hati.Ia masuk ke ruangan itu sambil bersusah payah menahan rasa takut pada dirinya.Keringat dingin membasahi pelipisnya.

Ia melihat seorang anak laki-laki yang duduk diatas kursi dalam keadaan tangan dan kaki terikat juga mulut yang ditutup dengan lakban.Hyunmi langsung tahu bahwa anak itu benar-benar Junsoo.Ia menahan diri untuk tidak berseru pada anak yang sedang duduk dengan mata terpejam itu.

Saat sedang berjalan sesuatu menyandung kakinya dan menimbulkan suara lumayan keras, ’PRANGG’

“Siapa itu?!”

~

“Kemana lagi aku harus mencari anak itu?” gumam Kyuhyun frustasi sambil terus memperhatikan jalanan disekitarnya.

Dia sudah berputar-putar diseluruh daerah sekitar taman kota.Ia berpikir tak mungkin Junsoo tersesat terlalu jauh karena ia tahu anak itu tidak terlalu kuat untuk berjalan jauh.

Ia bertanya lagi kepada seorang Bibi yang sedaritadi memperhatikannya.”Permisi.Apa Bibi melihat seorang anak kecil berbaju biru yang berjalan disekitar sini?”

“Ya,aku melihatnya..” jawab Bibi itu.Sebelum sempat melanjutkan kalimatnya,Kyuhyun cepat-cepat menyela,

“Dimana??”

“Sebentar.Sebelumnya,apa kau memiliki seorang teman wanita?”

“Teman wanita?” Kyuhyun berpikir.

“Tadi ada seorang gadis yang bertanya padaku tentang anak berbaju biru juga.Apa kau mengenalnya?” tanya Bibi itu sopan.

“Jangan-jangan.. Ah,Bibi,kemana gadis itu pergi?”

“Kearah pohon itu.Setelah itu ia berlari lebih jauh lagi dan aku belum melihatnya sejak tadi” jawabnya sambil menunjuk sebuah pohon dipinggir jalan.

Tanpa mengucapkan apapun,Kyuhyun berlari kesana dan berpikir keras kemana kemungkinan Hyunmi pergi.

Matanya menangkap keberadaan sebuah rumah besar diujung lapangan yang terletak dibelakang pohon.Seluruh pikirannya tertuju pada rumah itu.Dengan yakin ia berlari kerumah itu.

~

“Siapa itu?!” seru Paman pemilik rumah yang dalam sekejap sudah berada diruang yang sama dengan Hyunmi.

Hyunmi sama sekali tidak sempat untuk bersembunyi.Dan Paman itu sudah terlanjur melihatnya.

Sebelumnya Paman itu terlihat marah,tapi kemudian ia tertawa dan bertepuk tangan,”Bagus,bagus.Kau pasti datang untuk menyelamatkan anak itu,bukan? Hahaha,kedatanganmu hanya akan memberikan keuntungan untukku..”

“Ap,ap-a yang akan kau la-kukan pa-da anak ini?!!” bentak Hyunmi.Bagaimanapun ia hanya seorang gadis biasa yang tidak bisa bela diri apapun.Jadi bagaimana caranya untuk melarikan diri sekaligus menyelamatkan Junsoo tanpa melawan orang itu terlebih dulu?

“Tentu saja aku tidak akan menyakitinya kalau kau tidak menjadi sok pahlawan dengan melawanku~” jawabnya sombong.

“Aku tanya apa yang akan kau lakukan pada anak ini?!!” bentak Hyunmi sekali lagi,kali ini lebih keras.

Orang itu memasang senyum sinis lalu berjalan perlahan mendekati Hyunmi.Sambil berjalan,ia berkata,”Kau sangat tidak sopan adik manis.Aku ini lebih tua darimu..”

“Jangan mendekat!” seru Hyunmi.Ia sudah siap dengan kuda-kudanya walaupun ia tidak tahu apa yang akan dilakukannya setelah ini.

“Hmmpphh!! Pfftt..” Junsoo berusaha berteriak namun mulutnya masih terkunci.Ia baru saja sadar dan terus berusaha menggerak-gerakan kaki dan tangannya.

“Jun,Jun-soo.. Te,tenanglah.Jangan khawatir..” kata Hyunmi pada Junsoo.Meski ia benar-benar tidak tahu dirinya sendiri aman atau tidak dan apakah seseorang akan datang dan menyelamatkannya.

Paman itu terus mendekat,seperti ingin memojokkan dan menerkam Hyunmi yang sudah ketakutan setengah mati.”Kau sangat manis,siapa namamu?”

Hyunmi tidak menjawab.Dia hanya terus melangkah mundur menjauhi Paman yang menurutnya sangat menjijikkan itu.Sebenarnya penampilannya sangat rapi dengan stelan jas seperti orang kantoran,namun tampang licik dan senyuman itu membuat Hyunmi muak.

“Kubilang jangan mendekat!” bentak Hyunmi lagi.

Tapi Paman itu tak menggubris.Dengan senyum licik yang tetap sama ia terus memojokkan Hyunmi hingga tubuhnya membentur tembok dan tidak bisa berbuat apa-apa lagi.Tubuhnya sudah terkunci.

‘Bagaimana ini?! Seseorang tolong aku..’

Si Paman mulai menyentuh bahu Hyunmi.Tangan besar dengan sedikit keriput itu turun perlahan dari bahu,ke lengan.Hyunmi bergidik.

“Dasar kakek hidung belang! Pergi dari hadapanku!!” jerit Hyunmi sambil memukul orang itu dengan sekuat tenaga.

“Hahahah,adik,aku ini belum kakek-kakek.Jadi ayo kita bermain sedikit..” sambil berkata demikian ia mendekat lagi hingga hampir menyentuh wajah Hyunmi.

Gadis itu merasa sangat marah sambil terus menggelengkan kepalanya untuk menghindar.Ia memukul terus dan terus sambil memejamkan mata tanpa berhenti berusaha menghindar.”Per—gi..!”

‘BRAAKK’

Pintu terbanting dan tiba-tiba Paman gemuk itu jatuh tersungkur karena sebuah pukulan.Seorang laki-laki berpostur tinggi yang datang itu terus menghujani si Paman dengan pukulan.Entah kenapa laki-laki itu merasa sangat marah melihat pemandangan barusan.

Hyunmi jatuh terduduk dengan mata berair dan wajah yang sangat ketakutan.”Kyu..” gumamnya.

“Kau baik-baik saja?” tanya Kyuhyun sambil berjongkok disamping Hyunmi setelah mengamankan laki-laki itu.

Hyunmi masih belum bisa berbicara.Ia tetap diam sambil menatap wajah yang ada didepannya.Ia merasa sangat membutuhkan sesuatu untuk berlindung.Dengan setengah sadar ia memeluk laki-laki dihadapannya dan menumpahkan seluruh ketakutannya.

Kyuhyun sedikit terkejut,tapi tangannya langsung tergerak untuk mengelus punggung gadis itu untuk menenangkannya.”Tenanglah..”

Hyunmi melepaskan pelukannya dan menghapus air matanya.Baru saja ia merasa sedikit membaik,ia kembali panik saat Paman itu ternyata masih sanggup bangun dan dengan membawa pecahan keramik,ia hendak memukulkannya ke kepala Kyuhyun.

Melihat tatapan Hyunmi terhadap sesuatu dibalik punggungnya,Kyuhyun segera menyadari Paman itu akan menyerangnya.Dengan lincah tangannya bergerak menahan tangan besar itu dan memelintirnya kebelakang punggung Paman itu.

“Arrgghh.. Lepaskan! Dasar pahlawan kesiangan!” celanya.

Kyuhyun tidak peduli sama sekali dengan rintihan orang tua tidak tahu diri itu.Ia member isyarat pada Hyunmi untuk segera melepaskan Junsoo dan membawanya lari.

Hyunmi memaksakan kakinya untuk bergerak kearah Junsoo.Setelah berusaha cukup keras,Junsoo bisa terbebas dari tali-tali itu.Hyunmi menuntun Junsoo untuk lari keluar sesegera mungkin.

Napas Hyunmi tercekat begitu keluar dari ruangan itu.Dua orang menghadang langkahnya.Ia langsung menyembunyikan Junsoo dibalik tubuhnya.Ia tidak akan membiarkan anak itu terluka.Hyunmi yakin kedua orang ini adalah teman Paman itu.

Hyunmi sudah bersiap,ia melangkah kekanan dan kekiri untuk melewati kedua orang itu.Dua paman yang sepertinya sebaya dengan Paman menyebalkan tadi itu hanya tersenyum licik sambil terus menghalangi langkah Hyunmi.

Walau harus merendahkan sedikit harga dirinya,tidak ada cara lain.Ia harus meminta pertolongan orang itu.”Kyu!!” teriaknya.

Kyuhyun sudah selesai menangani Paman didalam ruangan dan langsung berlari menuju tempat Hyunmi dan Junsoo berdiri.

‘BUGH’ ‘BUGH’

Dua pukulan keras menghantam wajah kedua Paman itu.

“Lari!” perintah Kyuhyun.

Hyunmi tanpa basa-basi segera menurutinya.Ia menggandeng tangan Junsoo dan mengajaknya berlari secepat dan sejauh mungkin.Junsoo tanpa rasa takut mengikuti Hyunmi.

Didalam rumah,Kyuhyun mulai lelah menghadapi dua orang yang terlalu kuat.Ia sesekali jatuh namun masih berusaha berdiri dan meloloskan diri.

‘BUGH’

Kali ini Kyuhyun yang terkena pukulan.Bibirnya mengeluarkan darah.Salah satu dari dua orang itu membawa pecahan kaca seukuran pisau dapur.Ia mengayunkannya kearah Kyuhyun,dengan sudah payah Kyuhyun menghindarinya.

“Arghh!” pecahan kaca itu melukai pipi Kyuhyun.Darah kembali mengalir dipipinya.Lukanya tidak dalam,tapi tentu saja sakit.

~

Hyunmi dan Junsoo berhenti berlari setelah sudah cukup aman.Tepatnya dirumah teman Bibi Jung.Ia akan menitipkannya disitu untuk sementara.

Hyunmi memutuskan untuk melaporkan hal tadi pada polisi.Ada sebuah pos polisi didekat situ sehingga tidak akan sulit untuk bergerak cepat sebelum para penjahat tidak jelas itu melarikan diri.

“Bibi,aku titip Junsoo sebentar ya..” kata Hyunmi pada Bibi yang sedang menyiram tanaman.

“Iya,tidak masalah.” jawab Bibi itu ramah.Ia mendekati Junsoo dan mengajaknya masuk.

“Kau tunggu disini sebentar.” kata Hyunmi pada Junsoo.Junsoo mengangguk mengerti.Ia tahu apa yang akan dilakukan Hyunmi.

Hyunmi berlari dengan cepat,memaksa organ tubuhnya yang sesungguhnya sudah sangat kelelahan.

~

Kyuhyun semakin terpojok.Dirinya dibenturkan ke tembok oleh kedua orang itu.Pipinya biru,pipi dan bibirnya berdarah.Kerah kemejanya ditarik,lalu sebuah kepalan tangan mengayun kembali.

“Jangan bergerak!” perintah sebuah suara asing.Semua gerakan terhenti dan beberapa orang berseragam polisi masuk sambil membawa pistol.

Dua penjahat itu melepaskan Kyuhyun.Segera sebelum mereka melarikan diri,para polisi sudah lebih dulu memborgol tangan mereka.Hyunmi berlari menuju tempat Kyuhyun yang terlihat sangat kesakitan dengan banyak luka memar dan sedikit darah diwajahnya.

“Kau tidak apa-apa? Ada yang sakit?” tanya Hyunmi panik sambil mengangkat perlahan wajah Kyuhyun.

“Ten-tu,saj-a,sak-kit..” jawab Kyuhyun.Ia memaksakan bibirnya bergerak untuk menjawab.

“Kau masih kuat berjalan?” tanya Hyunmi lagi.

Senyum yang sangat tipis terbentuk dibibir Kyuhyun dan ia berkata,”Kau pikir aku selemah itu?” sambil mencoba berdiri.

Hyunmi melingkarkan lengan Kyuhyun dibahunya.Dengan langkah terseok-seok Kyuhyun dan Hyunmi berjalan keluar dari rumah.Mereka harus segera menemukan tempat terdekat untuk istirahat dan membersihkan luka Kyuhyun.

~

“Aku akan membeli obat luka.Kau disini dulu.” kata Hyunmi.Ia berbalik setelah membantu Kyuhyun duduk dibangku dekat pertokoan.

Tapi sebelum Hyunmi sempat melangkah,Kyuhyun menahan tangannya.

‘DEG’

Tiba-tiba saja jantung Hyunmi serasa ingin melompat keluar karena sentuhannya.”A,ap-pa?” tanyanya.

“Tidak perlu.Temani aku dulu.”

‘DEG’ ‘DEG’

Mungkin sekarang jantungnya benar-benar melompat keluar.”T,ta-pi.. Lu,lukamu harus dibersihkan.. Jangan sok kuat.Lukamu bisa infeksi kalau tidak segera dibersihkan.” dengan gaya sok-jutek andalannya ia bergegas pergi ke minimarket untuk membeli obat.

‘Tidak,tidak.Aku pasti sudah gila.Mungkin jantungku berdegup lebih kencang karena kelelahan berlari..’ pikir Hyunmi.

~

Beberapa menit setelahya Hyunmi sudah kembali dengan sebuah kantung plastik ditangannya.Ia duduk disamping Kyuhyun dan membuka bungkusan yang dibawanya.Perlahan ia membersihkan darah yang ada diwajah Kyuhyun dengan kapas kecil yang sebelumnya sudah ditetesi alkohol.

Walaupun Hyunmi sedikit takut melihat darah,apalagi karena luka goresan,ia dengan hati-hati membersihkannya dan menempelkan plester.

Hyunmi baru sadar ternyata dari tadi tidak ada diantara mereka yang mengeluarkan suara.Ia memandang Kyuhyun sekilas.Perasaan gugupnya hilang.

“Wajahmu terlihat lucu dengan warna biru dimana-mana.” kata Hyunmi sambil terkekeh.

Kyuhyun menoleh.Ia tertawa kecil.”Begitukah?”.

Mereka kembali diam selama beberapa detik,sampai Kyuhyun berbicara lagi,”Kau tidak terluka kan?”

Hyunmi tertegun.’Dasar bodoh.Tentu saja aku tidak terluka karna kau datang tepat pada waktunya..’ katanya dalam hati.”Tidak.” jawabnya singkat.

“Baguslah.”.Kyuhyun terlihat seperti memikirkan sesuatu.Kemudian ia berkata lagi,”Kau pikir,mmm.. sebenarnya kenapa selama ini kita tidak pernah akur?”

“Itu.. Tentu saja karna kau pernah menyakiti sahabatku sampai ia menangis seminggu penuh.”jawab Hyunmi.

Kyuhyun menghela napas.”Kalau begitu aku menyesal.Tentu saja aku punya alasan untuk itu.Tolong sampaikan permintaan maafku pada temanmu itu.”

Hyunmi kembali tersenyum.”Sepertinya itu tidak perlu.Ia sudah bahagia sekarang.Pacarnya pasti jauh lebih baik daripada dirimu..”

Kyuhyun tertawa lagi.Ia mengacak rambut Hyunmi hingga membuatnya terkejut.”Baguslah kalau begitu.”

‘Apa itu? Apa maksudnya mengacak rambutku barusan?!’ batin Hyunmi.Ia sama sekali tidak mau mengakui bahwa jantungnya kembali berdetak seratus kali lebih cepat karena itu.

Lalu sesuatu melintas dipikiran Hyunmi.Ia berkata dengan sangat semangat,”Sekarang tanggal 3 Februari bukan? Bukankah ini hari ulang tahunmu?”.Sedetik kemudian ia tersadar dan merutuki kebodohannya sendiri karena bertingkah bodoh dengan berkata secara bersemangat tentang ulang tahun Kyuhyun.

Kyuhyun sendiri memasang tampang terkejut.”Oh? Benar juga,kenapa aku bisa lupa?” tanyanya pada diri sendiri.

Hyunmi menghembuskan napas kesal.Tapi kemudian ia berucap,”Bagaimanapun.. Selamat ulang tahun.”

Kyuhyun menatap Hyunmi sambil tersenyum,”Terima kasih.” katanya.”Mmm,,sepertinya tidak akan bagus kalau kita terus bermusuhan”

“Apa?”.Hyunmi ingin memastikan pendengarannya,walaupun ia dengan jelas dapat mendengar perkataan Kyuhyun.

“Kau mau berteman denganku?” tanya Kyuhyun.

Hyunmi memikirkan kata-kata yang bisa ia keluarkan tanpa harus tampak bodoh dihadapan Kyuhyun.”Memangnya selama ini kita tidak berteman?”

“Tidak bisa dibilang berteman kalau kita tidak pernah akur..” kata Kyuhyun tenang.Sosok Kyuhyun yang biasanya sangat menyebalkan dan tidak pernah mau mengalah,mendadak berubah menjadi sangat lembut karena sebuah alasan yang tidak jelas,bahkan dia sendiri tidak tahu.

Setelah berusaha memikirkan kata-kata,Hyunmi tidak menemukan jawaban yang tepat dan akhirnya menjawab,”Baiklah..”

“Jadi sekarang kita teman secara resmi?” kata Kyuhyun sambil menjulurkan tangannya,mengajak Hyunmi untuk berjabat tangan.

Hyunmi memandang tangan itu sesaat,lalu segera menjabatnya.”Ya.”

Saat tangan mereka bertemu,tidak disangka Kyuhyun menarik Hyunmi hingga gadis itu tertarik kedalam pelukannya.

Hyunmi sangat terkejut.Sebenarnya apa yang dipikirkan laki-laki ini?

“Pelukan pertemanan..” jelas Kyuhyun.

Pipi Hyunmi menghangat,kemudian ia membalas pelukan itu.

Sepertinya ada yang tidak beres.Apakah Kyuhyun serius dengan kata ‘teman’ itu? Tidak,ia tidak sepenuhnya serius,tapi juga tidak berbohong.Kata ‘teman’ yang ia maksud bukan hanya sekedar teman biasa.Ia menginginkan lebih.Dalam waktu kurang dari sehari,ia rasa gadis dalam pelukannya ini sudah membuatnya jatuh cinta.

FIN

Advertisements

2 thoughts on “‘Friend’?

  1. FFnya so sweet bgt :* seru bgt. Pokoknya chetar membahana badai halilintar deh 😀 *apa coba halilintar dibawa bawa-_-*
    Kesimpulannya FFnya Perfect bgt 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s